Ini Tips Mengatasi Jantung Berdebar Kencang, Relaksasi hingga Minum Air Putih
Seseorang dikatakan mengalami jantung berdebar-debar apabila detak jantungnya lebih dari 100 kali per menit.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apa Anda pernah merasakan jantung berdebar kencang ?
Mungkin banyak orang pernah merasakan hal tersebut.
Jantung berdebar kencang dapat dirasakan saat Anda melakukan aktivitas duduk hingga berbaring.
Biasanya itu terjadi beberapa detik.
• Semenjak Pandemi Covid-19, RSUP Sanglah Sehari Bisa Mengelola 1,3 Ton Linen
• Bappeda Badung Tegaskan TAPD Masih Lakukan Pembahasan Perancangan
• New Normal di Bali 9 Juli 2020, 1.493 Desa Adat di Bali Siap Terapkan Pararem Gering Agung Covid-19
Jantung berdebar kencang membuat Anda merasakan denyut nadi di leher dan dada lebih cepat daripada biasanya.
Seseorang dikatakan mengalami jantung berdebar-debar apabila detak jantungnya lebih dari 100 kali per menit.
Melansir laman resmi University of Utah Health Hospitals and Clinics, detak jantung normal orang dewasa rata-rata 60-100 kali per menit.
Dalam dunia medis, kondisi saat detak jantung seseorang lebih dari 100 kali per menit disebut palpitasi.
Tidak semua kondisi jantung berdebar-debar selalu tanda penyakit jantung.
Kondisi tertentu bisa menyebabkan jantung berdebar, di antaranya aktivitas fisik berat, stres, takut, cemas, panik, hamil atau haid, serta konsumsi alkohol, nikotin, dan kafein berlebihan.
Selain itu, beberapa kondisi medis bisa membuat dada berdebar.
Antara lain gula darah rendah, tekanan darah rendah, demam, anemia, dehidrasi, atau efek samping obat-obatan.
Di luar masalah medis tertentu, ada beberapa cara menghilangkan jantung berdebar.
Melansir Healthline, berikut cara mengatasi jantung berdebar kencang:
1. Relaksasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-foto-seseorang-mengalami-sakit-jantung.jpg)