Corona di Bali
Tarif Tak Boleh Lebih Rp 150 Ribu, Dinkes Klungkung Diminta Pantau Harga Alat Rapid Test di Pasaran
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta Dinas Kesehatan untuk memantau harga alat rapid test dipasaran, dan harga alat rapid test tidak lebih
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Sementara rapid test di RSUD Klungkung sebelumnya ditentukan dengan biaya Rp275.000 untuk sekali rapid.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. Made Adi Swapadni melaporkan bahwa Klungkung saat ini terus mengalami penambahan kasus baru.
Hingga saat ini, Rabu (8/7) Kabupaten Klungkung mencatatkan 197 kasus positif covid-19.
Sebanyak 114 orang masih dalam perawatan dan sembuh sebanyak 83 orang sedangkan meninggal masih nol.
Atas kondisi tersebut Kadiskes dr. Adi menyarankan untuk berhati hati menerapkan tatanan hidup baru serta meningkatkan lagi karantina dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
Kinerja OPD Menurun
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, selama pandemi covid 19 ini ia menyebut kinerja OPD (organisasi perangkat daerah) cenderung menurun.
Dalam penerapan tatanan kehidupan baru nanti, ia berharap semua tempat umum untuk lebih tegas lagi menerapkan protokol kesehatan dan melengkapi dengan sarana penunjanya seperti tempat cuci tangan, sanitizer dan thermo gun.
Kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, diperintahkan melakukan pengadaan paket sembako bagi keluarga warga yang terjangkit Covid-19.
Bantuan paket sembako harus diberikan sekali untuk kebutuhan selama karantina dan tanpa harus menunggu permohonan dari warga.
" Segera lakukan pengadaan sembako bagi keluarga warga yang terjangkit Covid-19. Berikan bantuan sembako sekali untuk memenuhi kebutuhan selama karantina, jangan sampai menunggu permohonan dari warga untuk menyalurkan bantuan ini," ujar Suwirta.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tim-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19-melakukan-rapat-untuk-membahas-persiapan.jpg)