Celepuk VS Kupu-Kupu, 377 Layangan Akan Dilombakan secara Virtual di Denpasar
377 peserta yang berasal Bali, Sulawesi Utara, dan Lombok akan mengikuti lomba layangan secara virtual pada 12 Juli mendatang.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 377 peserta yang berasal Bali, Sulawesi Utara, dan Lombok akan mengikuti lomba layangan secara virtual pada 12 Juli mendatang.
Lomba layang-layang virtual ini digelar untuk membangkitkan kreativitas pemuda dalam masa pandemi Covid-19.
Kreator Lomba Layang-layang Virtual, Kadek Suprapta Meranggi atau Deck Sotto saat audiensi langsung dengan Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra, Kamis (9/7/2020) di kediamannya mengatakan Lomba Layang-Layang Virtual kali ini sebenarnya merupakan sesi kedua.
Lomba kembali dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu.
Oleh karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.
• Jadi Buronan Selama 17 Tahun, Ini Sepak Terjang Maria Pauline Lumowa
• Meski Belum Resmi Dibuka, Wisata Taman Ayun Telah Siap Sambut New Normal
• Uang Rp 500 Juta di Dalam Kantong Plastik Hitam Ditemukan di Stasiun Bojong Bogor
Ia mengatakan, lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan "Celepuk vs Kupu-Kupu", yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan atau menarik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur.
"Peserta penarik layang-layang virtual disyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali," katanya.
Sedangkan penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom.
Dengan begitu, peserta tidak perlu jauh-jauh datang ke zona "live center" di kawasan Sanur, Denpasar.
• 10 Ribu Siswa di Denpasar Terancam Tidak Bisa Masuk SMP Negeri
• Nenek Berusia 80 Tahun Alami Pendarahan Usai Digigit Anjing, BPBD Denpasar Evakuasi ke RSUD Wangaya
Sementara Walikota Denpasar, Rai Mantra mengatakan ini adalah salah satu cara membangkitkan kreativitas pemuda dan anak-anak di masa pandemi Covid-19.
"Otomatis dengan adanya lomba virtual ini anak-anak yang di rumah saja bisa ikut berkreasi dalam menuangkan idenya dalam bentuk warna atau corak layangan mereka nanti," kata Rai Mantra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/audiensi-pelaksanaan-lomba-layangan-secara-virtual-pada-12-juli-mendatang.jpg)