Breaking News:

Kadisdik Denpasar Sebut Dana Bos Bisa Digunakan Beli Kuota Internet Siswa yang Belajar dari Rumah

Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran secara daring atau belajar di rumah adalah masalah kuota internet.

Kadisdik Denpasar Sebut Dana Bos Bisa Digunakan Beli Kuota Internet Siswa yang Belajar dari Rumah
Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi dana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran secara daring atau belajar di rumah adalah masalah kuota internet.

Tak sedikit orangtua siswa yang menanyakan bagaimana cara mengefektifkan pembelajaran online apabila di ponsel siswa tidak ada kuota internet.

“Untuk Pak Kadis, biasanya kalau anak-anak belajar atau buat tugas online itu mulai deh orangtua banyak menghabiskan kuota internet. Apakah ada biaya yang dianggarkan untuk masing-masing siswa?” kata salah satu pemirsa saat sesi tanya jawab dalam program Bincang Tribun Bali yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Denpasar dan Badung.

Terkait pertanyaan netizen tersebut, Kepala Disdikpora Denpasar, I Wayan Gunawan menjelaskan bahwa sekolah bisa menganggarkan kuota internet untuk masing-masing siswanya melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Sekolah itu kan mendapatkan dana bos. Nah dari dana bos itulah boleh digunakan untuk itu (beli pulsa). Nah berapa kisarannya, tergantung kebijakan sekolah,” kata Gunawan.

Gelar Program Tinc Batch, Telkomsel Perkuat Kolaborasi Bersama Inovator Bangun Ekosistem Digital

Update Covid-19 di Bali: 92 Sembuh, 53 Positif, 1 Meninggal

Hitung-hitungan Coach Teco, Bali United Bisa Lolos ke Babak Lanjutan Piala AFC 2020, Ini Skenarionya

Namun demikian, Gunawan menegaskan bahwa sekolah yang boleh memberikan bantuan kuota siswa ini adalah sekolah yang menerima dana BOS baik swasta dan negeri.

“Kebijakan ini hanya kepada sekolah yang menerima bos saja. Kan ada sekolah-sekolah yang agak elit ada juga yang tidak menerima bos dia. Nah itu artinya tidak ada akan bantuan dari sekolah untuk uang pulsanya,” ujar Gunawan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Disdikpora Badung, I Ketut Widia Astika.

Bedasarkan Surat Edaran Kemendikbud, dana bos dapat dimanfaatkan untuk keperluan sekolah di masa darurat Covid-19, salah satunya untuk bantuan kuota internet siswa.

Masuki New Normal, Upacara Panca Yadnya di Kabupaten Badung Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

16 Pasien Covid-19 di Klungkung Sembuh, 2 di Antaranya Anak-Anak

Jadi Perantara 5.977 Butir Ekstasi, Komang Darma Astika Diganjar 15 Tahun, Nata 17 Tahun Penjara

“Di samping untuk membeli disinfektan, dan lain-lain itu. Itu salah satunya bisa untuk beli kuota,” kata Widia Astika.

Hanya saja, Widia menyarankan agar para kepala sekolah agar hati-hati dalam menyalurkan dana bos ini agar tidak nantinya sekolah tersandung masalah hukum.

“Cuma saya ingatkan kepala sekolah untuk hati-hati. Walaupun boleh, tapi jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari. Misalnya sekolah memberikan berapa, kenapa sekian diberikan harus dikaji dengan matang,” harap Widia. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved