Breaking News:

Corona di Bali

Tarif Sudah Rp 150 Ribu, RSUD Klungkung Masih Cari Alat Rapid Test dengan Harga Terjangkau

Menindaklanjuti hal ini, RSUD Klungkung telah menurunkan tarif rapid test mandiri dari Rp275 ribu, menjadi Rp150 ribu.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Rapid test terhadap pedagang di Pasar Kusamba belum lama ini. Kamis (8/7) RSUD Klungkung menurunkan tarif rapid test mandiri menjadi Rp150 ribu. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan ketentuan biaya rapid test mandiri, yang tidak boleh melebihi Rp150 ribu.

Menindaklanjuti hal ini, RSUD Klungkung telah menurunkan tarif rapid test mandiri dari Rp 275 ribu, menjadi Rp150 ribu.

Hanya saja RSUD Klungkung masih kesulitan mencari alat rapid test murah agar bisa menerapkan tarif tersebut

" Tadi saya sudah tanda tangan SK (surat keputusan) untuk penentuan biaya rapid test itu. Jadi saat ini ditentukan biaya rapid test Rp150.000, tapi saat ini alat rapid testnya yang harga segitu kami belum dapat," ungkap Dirut RSUD Klungkung, Nyoman Kesuma, Kamis (9/7/2020).

Kabar Gembira Buat Pecinta iPhone, Ada Penawaran dengan Harga Menarik, Bisa Cek Disini

DSM Adakan Program Budikdamber, Bantu Jaga Asupan Gizi Masyarakat Bali di Masa Pandemi Covid-19

Selain Maria Pauline, Ini 4 Pembobol Bank dalam Jumlah Besar di Indonesia dan Kabur ke Luar Negeri

Ia menjelaskan sebelumnya tarif rapid test di RSUD Klungkung mencapai Rp275.000, Itu sudah termasuk biaya jasa pelayanan.

Dengan penerapan tarif rapid test yang Rp150 ribu, setidaknya pihaknya harus mendapatkan alat rapid test yang harganya dibawah Rp100 ribu.

 Hanya saja ketentuan yang diberikan pemerintah pusat tersebut, tanpa memberikan rekomendasi alat rapid test apa yang standar dengan harga yang telah ditentukan.

"  Dalam surat edaran itu, tidak dikasi tau alat mana yang bisa digunakan dengan harga segitu, sehingga kami bisa terapkan biaya rapid test Rp150 ribu,"jelasnya.

Sebelumnya RSUD Klungkung menggunakan alat rapit test yang harganya Rp180 ribu per unitnya.

Saat ini pihak RSUD Klungkung masih bertanya-tanya ke rekanan/penyedia, untuk mendapatkan alat rapid test yang harganya sesuai dengan ketentuan tarif.

" Kebetulan juga alat rapid test kami yang lama sudah habis, dan sekarang akan pengadaan lagi untuk rapid test mandiri. Kami masih tanya-tanya ke penyedia, agar dapat harganya yang sesuai," jelas Kesuma.

Jika nanti tidak mendapatkan alat rapid test dengan harga yang sesuai, tidak menutup kemungkinan RSUD Klungkung tidak melayani rapid test mandiri.

" Kebetulan alat rapid test kami habis. Tadi saja ada warga yang hendak rapid test mandiri, kami arahkan untuk rapid ke faskes lain," ungkap Kesuma

Celepuk VS Kupu-Kupu, 377 Layangan Akan Dilombakan secara Virtual di Denpasar

Kurang Tidur hingga Stres, 14 Penyebab Badan Pegal-Pegal Saat Bangun Tidur

Jadi Buronan Selama 17 Tahun, Ini Sepak Terjang Maria Pauline Lumowa

Selama ini di RSUD Klungkung, rata-rata setiap harinya ada 10 warga yang menjalani rapid test mandiri. Mereka bisanya merupakan pelaku perjalanan. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved