Bertahan dari Covid, Sulap Sungai Mati Jadi Wahana Rekreasi Mancing
Pada Jumat (10/7/2020) lalu, dilakukan penaburan benih ikan nila sebanyak 30 ribu ekor di sepanjang aliran sungai.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pandemi Covid- 19 telah memukul perekonomian warga. Setelah empat bulan wabah berlangsung, aparatur Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana berusaha keras membangkitkan perekonomian warga.
Satu di antaranya dengan menyulap tukad mati menjadi wahana rekreasi.
Perbekel I Made Oka Semarajaya menyatakan, tukad mati di belakang lahan kantor desa itu dijadikan destinasi wisata.
Sebelumnya, aliran tukad tidak berfungsi dengan baik.
Kemudian dinormalisasi dengan cara pengerukan serta perbaikan tanggul kanan kiri sepanjang sungai.
Normalisasi dilakukan secara swadaya dengan bantuan alat berat dari Pemkab Jembrana.
Juga dilakukan penghijauan dengan tanaman produktif seperti alpukat dan jambu air guna mempercantik sepanjang sungai.
"Diharapkan ke depan tempat ini bisa dijadikan wahana rekreasi warga sekaligus areal memancing sehingga ada pemasukan bagi warga sekitar, terlebih di tengah situasi sulit karena pandemi seperti sekarang ini," ucapnya, Minggu (12/7/2020).
Pada Jumat (10/7/2020) lalu, dilakukan penaburan benih ikan nila sebanyak 30 ribu ekor di sepanjang aliran sungai.
Pelepasan benih ikan dilakukan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wabup I Made Kembang Hartawan.
Semarajaya menuturkan, semua inisiatif dari pemerintah desa dan warga yang ingin menormalisasi tukad mati.
Sebelumnya, aliran sungai itu kerap mengakibatkan banjir hingga meluap ke rumah-rumah warga sekitar.
“Untuk itu kami inisiatif melangsungkan normalisasi alur anak tukad pergung sepanjang 2,10 Km tersebut. Dan sudah dinormalisasi sepanjang 400 meter. Tahap awal sudah dinormalisasi menggunakan alat berat bantuan Pemkab serta dikerjakan secara swadaya," jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini akan bermanfaat untuk masyarakat.
Termasuk penebaran bibit ikan nila sebanyak 30.000 ekor bantuan Dinas Perikanan, Kelautan dan Perhubungan Jembrana.
“Nantinya jika program ini sudah berjalan dengan baik, akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat seperti sebagai destinasi wisata kolam pancing," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/singai-mati.jpg)