Breaking News:

Corona di Bali

Banyak Usaha Tutup Sejak Lama, Tunggakan PHR Berpotensi Diputihkan

Beberapa tunggakan pajak hotel dan restoran di Klungkung berpotensi untuk diputihkan.

Istimewa
Ilustrasi pajak 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa tunggakan pajak hotel dan restoran di Klungkung berpotensi untuk diputihkan.

Hal ini karena banyak usaha hotel dan restoran yang lama telah tutup atau tidak beroperasi.

Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas LKPD Klungkung Tahun Anggaran 2019, masih ada tunggakan pajak hotel dan restoran di Klungkung yang mencapai Rp 2 miliar.

Dari jumlah itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung kini tinggal mengejar piutang Pajak Hotel dan Restoran (PHR) sebesar Rp 185 juta.

" Ada wajib pajak (WP) yang sudah dan siap membayar PHRnya. Ada pula piutang yang rencananya diputihkan karena WP telah menutup usahanya cukup lama," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung, I Dewa Putu Griawan Senin (13/7/2020).

Menurutnya, pemutihan tunggakan itu memungkinkan dilakukan bila sudah sesuai dengan ketentuan.

Hal ini pula yang masih akan dijajaki oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung.

" Kami lihat dulu, karena ada berbagai syarat untuk diberlakukan pemutihan itu. Yang pasti ada beberapa wajib pajak yang menunggak, tapi sudah lama tidak beroperasi.

Rata-rata sudah tutup tahun 2015. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan diputihkan bila memenuhi persyaratan untuk dilakukan pemutihan," jelasnya

Berdasarkan data yang disodorkan Griawan, total piutang pajak restoran hingga 31 Desember 2019 mencapai Rp 1,2 miliar, sekitar Rp 266 juta sudah dibayar oleh WP di tahun 2020 ini.

Kemudian sebesar Rp 612 juta akan dibayar dengan cara mencicil.

Sementara piutang pajak restoran sebesar Rp 286 juta yang dimiliki oleh empat restoran tidak jelas karena empat restoran tersebut telah tutup sejak lama.

Sehingga pajak yang perlu dikejar tunggakan pajak restorannya mencapai Rp 36 juta.

Sementara itu dari total piutang pajak hotel hingga 31 Desember 2019 mencapai Rp 894 juta, sekitar Rp 260 juta sudah dibayarkan tahun 2020 ini dan sekitar Rp 252 juta akan dicicil.

Sedangkan yang berpotensi diputihkan lantaran hotelnya sudah tutup sejak lama sebesar Rp 233 juta. Pajak hotel yang masih harus dikejar mencapai Rp 149 juta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved