Breaking News:

Cerita Jenderal Hoegeng yang Berhasil Lolos dari Fitnah Berkat Catatan Harian

Dilansir dari buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan karya Suhartono (2013), Hoegeng ternyata juga merupakan sosok yang rajin dan teliti

Istimewa/intisari
Jenderal Pol (Purnawirawan) Hoegeng Iman Santoso 

TRIBUN-BALI.COM - Enam belas tahun yang lalu, tepatnya pada 14 Juli 2004, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso berpulang dalam usianya 83 tahun.

Hoegeng dikenal luas sebagai pejabat yang tegas, jujur dan berintegritas.

Melansir pemberitaan Harian Kompas, 1 September 2006, dalam sebuah diskusi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (31/8/2006), Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengungkapkan lelucon yang mengenang integritas Hoegeng.

Kala itu, Gus Dur melontarkan lelucon di sela menyinggung pemberantasan korupsi. Gus Dur mengungkapkan, di Indonesia hanya ada tiga polisi yang baik.

Kasus Covid-19 Bertambah 1 Juta Hanya dalam Waktu lima Hari, WHO Beri Peringatan

Tips Mengolah Mi Instan agar Tetap Terasa Nikmat dan Aman untuk Kesehatan Tubuh

Daftar Harga iPhone per 14 Juli 2020: iPhone 11 Pro Max Mulai Rp 22 Jutaan, Begini Cara Jajal iOS 14

Tiga polisi itu, pertama, mantan Kepala Polri, almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Kedua, patung polisi dan ketiga adalah polisi tidur.

Selain dituturkan Gus Dur, teladan kejujuran Hoegeng juga banyak diceritakan kerabat dan koleganya.

Dilansir dari buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan karya Suhartono (2013), Hoegeng ternyata juga merupakan sosok yang rajin dan teliti menuliskan jurnal harian.

Ia terbiasa menuliskan pengalaman sehari-hari dalam sebuah buku berukuran besar.

Pengalaman-pengalaman itu ditulis menggunakan tulisan tangan Hoegeng sendiri lengkap dengan tanggal kejadian.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved