Breaking News:

Gonta-ganti Jenis BBM Bisa Merusak Mesin Kendaraan? Benarkah?

Ada berbagai jenis BBM di pasaran. Dari yang punya angka oktan kecil mulai RON 88, sampai yang paling besar RON 98.

Tribun Bali/ Rizal Fanany
Petugas SPBU mengisi bahan bakar motor di sebuah SPBU Kuta, Badung, Bali, Rabu (23/12/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Ada berbagai jenis BBM di pasaran.

Dari yang punya angka oktan kecil mulai RON 88, sampai yang paling besar RON 98.

Mereknya pun bermacam-macam, dari Pertamina, Shell, Total, Vivo, British Petroleum, dan sebagainya.

Setiap orang tentu punya pertimbangan sendiri dalam memilih bahan bakar yang cocok untuk kendaraan kesayangan.

Hal ini tentu sah saja, namun yang jadi masalah jika BBM yang digunakan tidak selalu sama.

Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, mengatakan, mengisi BBM dengan jenis yang berbeda-beda dapat mempengaruhi performa mesin dalam jangka panjang.

Leti Fuji Jadi Korban Begal di Jalur Gitgit, Sempat Ditodongkan Pisau dan Motor Dibawa Kabur 3 Pria

Cara Memperpanjang STNK via Aplikasi Gojek

Cok Ace Nilai Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi di Bali Akan Menggencet Lingkungan dan Budaya

“Meskipun semua merek BBM memenuhi spesifikasi yang ditetapkan Ditjen Migas, kandungan senyawa kimia yang ada di dalam BBM masing-masing merek pasti berbeda,” ujar Yus, dalam diskusi virtual belum lama ini.

Menurutnya, tiap jenis BBM punya campuran senyawa olefin, benzena, serta zat aditif, hingga kandungan deterjen yang berbeda satu sama lain.

Beragam campuran senyawa ini memberikan efek yang berbeda terhadap performa dan karakteristk mesin.

Yus menambahkan, paling kelihatan biasanya terjadi penumpukan kerak yang lebih banyak di ruang bakar saat kita sering mengganti jenis BBM.

Hasilnya, konsumsi BBM bisa lebih boros lantaran banyak bahan kabar yang terbuang percuma lantaran tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.

Ini Family Quality yang Bisa Dilakukan Orangtua untuk Mengajarkan Anak Berbagi dengan Sesama

Jalin Sinergitas Pengawasan Pelayanan Publik, Kajati Bali Silaturahmi ke Ombudsman Bali

Program KBS di Badung Kembali Dianggarkan, Akan Diambil Pada Anggaran Perubahan

Selain itu, kadar emisi gas buang yang dihasilkan juga lebih tinggi.

“Pembentukan kerak inilah yang dapat berefek pada karakteristik pengoperasian mesin tersebut, karena performanya bisa turun,” katanya.

“Oleh karena itu gonta-ganti merek BBM sebisa mungkin dihindari untuk menjaga mesin bekerja secara konsisten dan menghindari emisi yang tinggi,” ucap Yus. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mitos atau Fakta, Gonta-ganti Jenis BBM Bisa Merusak Mesin?"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved