Breaking News:

Ini Fakta Seputar Resesi Parah yang Melanda Singapura, Resesi Terburuk Sejak Merdeka Tahun 1965

Ekonomi Singapura terjerumus dalam resesi parah di kuartal II 2020 yang PDB-nya terkontraksi hingga 41,2 persen

Pixabay
Ilustrasi - Singapura 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ekonomi Singapura terjerumus dalam resesi parah di kuartal II 2020 yang PDB-nya terkontraksi hingga 41,2 persen.

Negara pulau ini sebelumnya juga mengalami penurunan PDB sejak kuartal sebelumnya.

Penyebab utama resesi Singapura disebabkan penutupan yang cukup lama pada sejumlah sektor bisnis terutama perdagangan pasca-mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19).

Kebijakan lockdown telah menimbulkan kerusakan pada ekonomi negara itu yang sangat bergantung dari perdagangan.

Secara year on year (YoY), PDB merosot hingga 12,6 persen.

Sementara dari survei Bloomberg sebelumnya memprediksi kontraksi 11,3 persen.

Berikut beberapa fakta terkait resesi ekonomi yang melanda Singapura:

Hasil Pemilu Kejutkan Partai Berkuasa Singapura, Pihak Oposisi Raih 10 Kursi di Parlemen

1. Berdampak serius pada investasi ke Indonesia

Dikutip dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Singapura adalah salah satu negara teratas yang paling besar berinvestasi di Indonesia, bahkan lebih sering di peringkat pertama dalam beberapa tahun terakhir.

BKPM melaporkan, Singapura adalah negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia pada kuartal I 2020.

Halaman
1234
Editor: Kambali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved