Breaking News:

Kadin Sebut Stimulus untuk Industri Pariwisata Minim, hanya Terbatas dari Bank

Sampai saat ini hampir tidak ada stimulus atau bantuan langsung dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di bidang pariwisata

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana pengunjung berfoto berlatar belakang tulisan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu (11/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pariwisata Kosmian Pudjiadi menilai pemerintah tidak memprioritaskan industri pariwisata, bahkan stimulus yang diberikan untuk industri pariwisata sangat minim.

"Sampai saat ini hampir tidak ada stimulus atau bantuan langsung dari pemerintah  pusat maupun pemerintah daerah di bidang pariwisata, terbukti dari penyerapan anggaran covid-19 yang dianggarkan Rp 690 triliun ternyata penyerapannya sangat minim padahal pandemi sudah berjalan tiga bulan," ujar Kosmian Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Panitia kerja (Panja) Pemulihan Pariwisata Komisi X DPR, Selasa (14/07/2020).  

Cara Mendaftar Program Sertifikasi Protokol Kesehatan Pariwisata di Bali, Gratis

Kosmian berpendapat, pemulihan industri pariwisata di Indonesia sangat berbeda dengan negara lain yang memprioritaskan industri pariwisata.

Bahkan, dia menyebut industri pariwisata di Indonesia dibiarkan melakukan pemulihan sendiri.

"Di Indonesia sepertinya industri pariwisata dibiarkan cari selamat sendiri-sendiri, self herb imune," ujarnya.

Menurut dia, bantuan yang diberikan hanya terbatas dari bank.

Namun, dia berpendapat relaksasi tersebut terpaksa diberikan karena bank ingin menghindari kredit macet. 

Potensi Wisatawan Lokal Terabaikan, Pelaku Pariwisata Bali Lebih Fokus Garap Domestik & Mancanegara

Kosmian juga menyebut, bagi pelaku usaha, pembayaran utang walaupun sudah direlaksasi akan tetap mengalami kesulitan karena tidak ada penghasilan, bahkan saat ini masih ada biaya overhead yang masih berjalan.

Dia mengatakan, pelaku usaha juga membutuhkan stimulus dana untuk bisa membayar kewajiban selama pendapatan masih minim.

Beberapa kebijakan stimulus yang diperlukan dalam pemulihan pariwisata Indonesia seperti stimulus pendanaan, stimulus promosi, stimulus pengurangan biaya rutin dan overhead, stimulus peraturan dan perizinan, stimulus akses dan biaya perjalanan hingga stimulus cara penanggulangan penyebaran virus Covid-19.

Jelang Pariwisata Dibuka untuk Domestik & Mancanegara, Koster Tingkatkan Kapasitas Uji Swab di Bali

Dia memperkirakan, besarnya stimulus dana yang dibutukan untuk industri pariwisata adalah sebesar US$ 15 miliar untuk kehilangan pendapatan dari sektor wisatawan nusantara dan Rp 300 triliun untuk mengatasi pendapatan yang hilang di sektor wisatawan nusantara selama 2020.

Nantinya, stimulus tersebut bisa disalurkan melalui perbankan, anggaran dana khusus kepada kantor kementerian, pemda dan instansi pemerintah juga kepada perusahaan swasta, diberikan lewat anggaran khusus untuk gratis pengetesan Covid di bidang pariwisata dan lainnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul, Kadin menyebut stimulus untuk industri pariwisata minim, https://nasional.kontan.co.id/news/kadin-menyebut-stimulus-untuk-industri-pariwisata-minim

Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved