Breaking News:

Corona di Bali

Terbanyak Selama Pandemi, 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSUD Klungkung

Jumlah ini merupakan yang terbanyak, semenjak RSUD Klungkung menangani pasien Covid-19.

Istimewa
Pasien Covid-19 ketika dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD Klungkung, Senin (13/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pasien Covid-19 yang sembuh di RSUD Klungkung terus meningkat.

Hingga Senin (13/7/2020), ada 18 pasein Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Jumlah ini merupakan yang terbanyak, semenjak RSUD Klungkung menangani pasien Covid-19.

Sekretaris Tim Covid-19 yang juga  Wadir Pelayanan Medis dan Keperawatan di RSUD Klungkung Dr. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati menjelaskan pasien tersebut diperbolehkan pulang setelah hasil swabnya menunjukan dua kali hasil negatif.

Sudah Periksa 23 Saksi, Polisi Ungkap Kendala Penyelidikan Kasus Meninggalnya Editor Metro TV

Bupati Banyuwangi: Semua Dinas Jadi “Dinas Kesehatan” dan “Satpol PP”

Bali Zoo Kembali Dibuka untuk Umum di Masa New Normal, Ada Promo Menarik bagi Pengunjung

" Sesuai protap, pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, karena hasil tes swab pasien sebanyak 2 kali berturut-turut negatif . Adapun jumlah pasien  yang sembuh dan diperbolehkan pulang adalah 18 orang. Ini merupakan jumlah terbanyak yang sembuh dalam sehari," ujarnya, Selasa (14/7).

Pasien yang sembuh itupun dari berbagai jenjang usia, ada yang lansia diatas 60 tahun.

Termasuk ada pula yang masih balita.

 Meski demikian, pihaknya sangat berharap kedepan hasil dari pemeriksaan swab, hasilnya bisa keluar lebih cepat. Sehingga pasien yang sembuh dan boleh pulang bisa tambah banyak lagi setiap harinya.

Khusus bagi pasien yang sudah dinyatakan boleh pulang, pihaknya berpesan agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

" Meskipun suasana sekarang kita sudah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, RSUD Klungkung menghimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan lebih ketat lagi, karena di masa adaptasi kebiasaan baru ini kita tidak bisa memprediksi dan menebak siapa dan dimana virus Covid-19 ini berada. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal mudah-mudahan kita bisa melalui masa sulit untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi covid-19," jelasnya.(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved