Breaking News:

Sambut Hari Anak Nasional, Forum Anak Denpasar Gelar Bincang Anak Virtual

Sambut Hari Anak Nasional, Forum Anak Denpasar Gelar Bincang Anak Virtual

Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, Forum Anak Denpasar menggelar Bincang Anak Kota Denpasar virtual bertajuk 'Berani Berkarya Sejak Dini', Rabu (22/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, Forum Anak Denpasar menggelar Bincang Anak Kota Denpasar virtual bertajuk 'Berani Berkarya Sejak Dini', Rabu (22/7/2020).

Dengan narasumber I Kadek Wahyusita selaku Ketua Yayasan Penggak Men Mersi, AA. Gede Agung Wedhatama selaku Ketua Komunitas Petani Muda Keren, Kadek Soto Meranggi selaku penghobi layangan.

Soto Meranggi atau lebih dikenal Deck Sotto mengatakan meskipun dalam masa pandemi, kreatifitas tidaklah boleh mati.

Sebuah kebanggaan yang terjadi di tengah pandemi adalah kreatifitas melayangan.

Dimana Deck Sotto menggelar festival layang-layang secara virtual yang dikuti oleh 380 peserta dari seluruh Bali bahkan Sulawesi Utara dan Lombok.

"Karena skill saya memang di bidang layang-layang. Dari kecil saya dilepas saja untuk melayangan. Saya selalu ingat pesan orangtua bahwa suati hari kamu akan mengerti hidup itu seperti layangan. Jadi, adik-adik selain meningkatkan kreatifitas juga harus menjaga moral kita sebagai manusia," tuturnya.

AA. Gede Agung Wedhatama menjelaskan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 memberikan hikmah yang luar biasa.

Terutama untuk sektor pertanian yang dinilai berada di puncak piramida dan menjadi sektor yang sangat penting di masa pandemi Covid-19.

"Adik-adik bisa memulai belajar menanam di rumah, pekarangan, atau kebun. Bisa juga dengan cara hidroponik, holtikultur, dll. Adik-adik yang masih muda dan ingin memutuskan karir ke depan bisa mengambil sektor pertanian. Sektor ini luar biasa dasyat, jangka panjang, dan bisa sampai akhir zaman," katanya.

Sementara, Kadek Wahyusita mengatakan Yayasan Men Mersi pertama kali mengadakan Kesiman Progresif Festival pada tahun 2011 yang menjadi embrio lahirnya Rare Bali Festival.

Dalam Hari Anak Nasional, ia berpesan agar anak-anak untuk tetap sehat untuk bahagia dan kreatif.

"Intinya saat ini kita membangun ruang baru untuk berkrearifitas. Menggelar lomba kesenian virtual juga menjadi salah satu solusi untuk memberikan ruang kepada kreativitas anak khususnya seni untuk tetap tampil. Keterampial personal menjadi suatu daya tarik sendiri saat ini," pungkasnya.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved