Inilah Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, Muhammadiyah, NU, dan PGRI Ramai-ramai Mundur
Program ini termasuk dalam terobosan kebijakan Kemendikbud, Merdeka Belajar.
Dukungan yang diberikan berupa bantuan dana, pemantauan dan evaluasi dampak, serta integrasi program yang terbukti baik ke dalam program Kemendikbud.
Besar bantuan yang akan diterima bervariasi, tergantung pada hasil evaluasi terhadap kapasitas Organisasi Kemasyarakatan dan kualitas rencana program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang akan dijalankan.
Secara umum, besar bantuan dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan banyak sasaran satuan pendidikan:
- Kategori I (Gajah) dengan sasaran lebih dari 100 (seratus) satuan pendidikan, dapat memperoleh bantuan maksimal Rp. 20 miliar per tahun.
- Kategori II (Macan) dengan sasaran 21 s.d. 100 satuan pendidikan, dapat memperoleh bantuan maksimal Rp. 5 miliar per tahun.
- Kategori III (Kijang) dengan sasaran 5 s.d. 20 satuan pendidikan, dapat memperoleh bantuan maksimal Rp. 1 miliar per tahun.
Penyaluran dana bantuan akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap 1 sebesar 60 persen dan tahap 2 sebesar 40 persen. Program ini akan dilaksanakan selama dua tahun dengan fase pertama berjalan pada 2020 hingga 2022 jika semua syarat dan ketentuan terpenuhi.
Penyaluran bantuan akan dilakukan dalam dua tahap pada tiap tahun anggaran berdasarkan hasil evaluasi berkala dari Kemendikbud.
• 15 Pegawai Positif Covid-19, Gedung E Kemendikbud Ditutup dan Karyawan Work From Home
Indikator keberhasilan program
Keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik akan diukur melalui asesmen menggunakan instrumen:
- Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter (SD/SMP).
- Instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak (PAUD).
- Pengukuran peningkatan motivasi, pengetahuan, dan praktik mengajar guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya.
- Asesmen akan dilakukan pada awal (Agustus 2020), tengah (Mei 2021), dan akhir program (Mei 2022).
- Perkembangan AKM dari awal hingga akhir pada sekolah sasaran program akan dibandingkan dengan sekolah yang tidak menjadi sasaran program Organisasi Penggerak. (*)
Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul, NU, Muhammadiyah, dan PGRI mundur, apa itu program organisasi penggerak kemendikbud? https://nasional.kontan.co.id/news/nu-muhammadiyah-dan-pgri-mundur-apa-itu-program-organisasi-penggerak-kemendikbud?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-anwar-makarim-dan-ketua-umum-pb-pgri-unifah-rosyidi.jpg)