Kebakaran di Jembrana

Swalayan Rahayu Terbakar, Ini Dugaan dari Pemilik Swalayan Rahayu

Hermawan Bisma berkata, bahwa dugaan swalayan miliknya yang terbakar dini hari tadi dikarenakan korsleting arus listrik

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Proses pemadaman kebakaran di swalayan Rahayu, Jumat (24/7/2020) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Pemilik Swalayan Rahayu, Hermawan Bisma mengaku, bahwa dugaan swalayan miliknya yang terbakar dini hari tadi dikarenakan korsleting arus listrik atau hubungan arus pendek.

Alasannya, ada beberapa faktor yang bisa terjadi.

Dan itu sesuai juga dengan perkiraan dari PMK Jembrana yang mengungkapkan hal senada.

Hermawan mengaku, bahwa pihaknya sejatinya mengutamakan keamanan instalasi listriknya.

Ini Drakor yang Pernah Dibintangi Jun Ji Hyun, Happy Together hingga Legend of the Blue Sea

BREAKING NEWS - Swalayan Rahayu Terbakar, PMK Jembrana Kerahkan 4 Armada Pemadam Kebakaran

Cuma Butuh 5 Menit, Tips Menyimpan Cabai agar Tidak Cepat Busuk

Misalnya saja, soal pemakaian kabel yang digunakan di atas standar kabel yang biasa dipakai.

Tentu saja, pemakaian itu dikarenakan memang ia mendeteksi bahwa swalayan atau pertokoan sangat rentan dengan korsleting arus listrik.

"Padahal saya selalu mengutamakan keamanan instalasi listriknya, seperti kabel saya pakai di atas standar. Tapi memang banyak ada tikus, mungkin korsletnya dari kabel lampu gudang," ucapnya Jumat (24/7/2020).

Dari pantauan dini hari, Jalan Ngurah Rai sempat ditutup beberapa jam dari dua arah.

Baik dari timur ke barat maupun sebaliknya.

Mobil Satlantas Jembrana turut membantu melakukan pemalangan jalan.

Dan hilir mudik sirine kebakaran nampak terasa, saat petugas dengan empat truk pemadam mengambil air untuk memadamkan api.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 04.00 Wita kebakaran rampung diselesaikan.

Dan dari kejadian kebakaran banyak warga memadai jalanan sekitar lokasi kejadian.

Bahkan sempat terjadi pemadaman aliran listrik di wilayah sekitarnya.

Sejumlah karyawan yang datang ke lokasi dibantu warga sekitar berusaha memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatakan dari lantai II tersebut ke lantai bawah swalayan tersebut.

Bahkan, saat pemindahan barang warga mengaku sempat mendengar beberapa kali letupan diduga berasal dari produk-produk aerosol. (*).

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved