Breaking News:

Target Penjualan PDDS Baru Tercapai 39 Persen, Andalkan Program Beras ASN & ASN Peduli Tabanan

Target Penjualan PDDS Baru Tercapai 39 Persen, Andalkan Program Beras ASN dan ASN Peduli Tabanan hingga Akhir Tahun

Dok Tabanan
Tenaga kerja tampak sibuk memproduksi face shield di Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan, Bali, Senin (8/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Target penjualan Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan di tahun 2020 ini sebesar Rp 25 Miliar.

Hanya saja, selama 6 bulan terakhir ini yang sudah tercapai baru 39,31 persen dari total atau senilai Rp 10 Miliar lebih.

Untuk memenuhi target penjualan tahun ini, pihak PDDS tetap optimis jika Program Beras ASN dan ASN Peduli Tabanan bisa ditangani sampai Desember.

"Angka penjualannya jauh menurun dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama. Dan tahun ini target Rp 25 Miliar, dan yang sudah tercapai selama enam bulan terakhir 39 persen lebih," kata Direktur PDDS Tabanan, I Putu Sugi Darmawan, Kamis (23/7/2020).

Komang Arpendi dan Tunas Temukan Jenazah Tergantung di Pohon Kedondong di Karangasem

Curhat Feby Febiola Setelah Jalani Kemoterapi, Menggugurkan Helai Demi Helai Rambut & Pesan Begini

Kodam IX/Udayana Tekankan Pendisiplinan Masyarakat Dalam Tatanan Kehidupan Baru

Sugi menjelaskan, untuk mencapai target yang telah ditentukan tersebut, pihaknya kini masih optimis dengan catatan program beras ASN, dan ASN Tabanan peduli tetap berlangsung sampai Desember 2020.

Selain itu, PDDS juga sudah merancang strategi untuk mencapai target penjualan.

Diantaranya memantapkan sistem penjualan online yang ada di beberapa market place.

Kemudian PDDS berencana membuat penjualan online sendiri yang mana uji cobanya akan dilakukan di triwulan III Tahun 2020.

"Nah sekarang kita beruntung ada market dari Pemkab Tabanan yang membantu penuhi target," ungkapnya.

Disinggung mengenai penjualan yang menurun dibandingkan tahun lalu, Sugi Darmawan menjelaskan, banyak faktor penyebab yang mengakibatkan penjualan menurun.

Seperti masih sepinya klien dari hotel dan pasar oleh-oleh untuk pariwisata.

Kemudian juga termasuk daya beli masyarakat yang masih anjlok.

"Berbagai sektor pun mengalami penurunan penjualan. Khusus penjualan Bulan Maret dan April mengalami penurunan hampir 50 persen. Namun sekarang sudah Mulai merangkak stabil. Namun kami tetap optimis semoga kedepannya lebih produktif dan aman. Karena kita tak mengetahui pandemi ini berlangsung sampai kapan," tandasnya.(*).

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved