Breaking News:

Pancoran Kuno di Pasar Buleleng Tahun 2020 Ini Akan Direstorasi

Aparat Desa Adat Buleleng, tahun 2020 ini akan melakukan restorasi pancoran kuno di sebelah barat Pasar Buleleng

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pancoran kuno di sebelah barat Pasar Buleleng tahun ini akan direstorasi. Rencananya pancoran tersebut akan dijadikan sebagai destinasi wisata city tour. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Aparat Desa Adat Buleleng, tahun 2020 ini akan melakukan restorasi pancoran kuno, yang terletak di sebelah barat Pasar Buleleng, Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali.

Restorasi ini menggunakan anggaran bansos Pemprov Bali sebesar Rp 155 juta.

Bendesa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna dikonfirmasi, Minggu (26/7/2020), mengatakan pancoran konu ini diperkirakan dibangun sejak 1917 silam, dan pernah digunakan sebagai pemandian umum masyarakat Buleleng.

Namun kini, pancoran itu terbengkalai, bahkan sempat dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah liar.

Sebagai upaya melestarikan peninggalan sejarah, Desa Adat Buleleng pun akhirnya mendapatkan bantuan anggaran dari Pemprov Bali melalui salah satu anggota DPRD Provinsi asal Buleleng, sebesar Rp 155 juta.

Anggaran tersebut sudah masuk ke rekening Desa Adat Buleleng, dan dipastikan restorasi mulai dilakukan tahun ini.

"Rencana restorasi sudah disusun sejak 2018. Namun karena anggaran yang cair hanya Rp 30 juta, sehingga restorasi kami mulai dengan melakukan penataan dan membersihkan tumpukan-tumpukan sampahnya, serta penataan WC," terangnya.

Imbuh Sutrisna, tahun ini bansos untuk restorasi pancoran tahap dua kembali cair sebesar Rp 125 juta.

Pasca menerima anggaran bansos tahap dua, desa adat berencana dalam dekat ini akan mengadakan rapat bersama Pemkab Buleleng untuk menyatukan maksud dan tujuan pihaknya, dalam merestorasi pancoran tersebut.

"Restorasi dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk semula, terutama pada paduraksa utamanya. Pancorannya ada tiga titik, airnya akan kami hidupkan lagi dengan menggunakan aliran PDAM. Tembok pagar akan kami tinggikan sehingga warga tidak lagi membuang sampah ke areal pancoran itu," jelas Sutrisna.

Bila restorasi selesai dilakukan, maka pancoran ini tidak akan difungsikan seperti zaman dulu.

Melainkan akan dijadikan sebagai destinasi wisata city tour di Buleleng.

"Kami akan membentuk Kelompok Sadae Wisata (Pokdarwis). Sehingga Pokdarwis lah yang akan mengelola sejumlah destinasi wisata yang ada di kota Singaraja," tutur mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng ini.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved