Berita Banyuwangi
Pegiat Kopi Mulai Menggeliat Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru
Para pegiat dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi mulai menata diri untuk bangkit setelah dihajar dampak pandemi Covid-19.
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Para pegiat dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi mulai menata diri untuk bangkit setelah dihajar dampak pandemi Covid-19.
Salah satunya di Kecamatan Kalibaru, yang merupakan sentra produksi kopi di Banyuwangi.
Kopi dari kawasan tersebut, di antaranya dari Kebun Malangsari, telah diekspor rutin ke sejumlah negara.
"Alhamdulillah, saya lihat kemarin perlahan tapi pasti, mulai bergeliat lagi. Kita harus optimistis menyambut era adaptasi kebiasaan baru. Hulunya kita perkuat, hilirisasi kopinya juga dioptimalkan. Sehingga ekonomi kembali bergerak,” ujar Anas, Senin (27/7/2020).
Kalibaru selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Di kecamatan tersebut, perkebunan kopi rakyat mencapai 9.721 hektar. Potensi ini terus dikembangkan hingga sektor hilir.
• Awalnya Menolak, Madura United Kini Siap Ikut Lanjutan Liga 1 2020, Ini Syaratnya
• NPK Pelangi Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Kubis Petani Bangli
• Kesembuhan Pasien Covid-19 di Denpasar Sebesar 77.64 persen, Kasus Positif Bertambah 23 Orang
"Saya sangat senang melihat banyak anak muda yang kini terlibat dalam pengembangan kopi. Tidak hanya bergerak dalam pertanian kopi saja. Tapi, sudah mulai melakukan pemrosesan kopi siap saji. Juga mulai banyak kedai-kedai kopi yang dibuka. Ini memberi nilai tambah ekonomi," cerita Anas.
Potensi tersebut, kata Anas, akan terus dimaksimalkan.
"Pemkab Banyuwangi membantu pendampingan dan promosinya. Di era adaptasi kebiasaan baru setelah dampak pandemi Covid-19, kami akan prioritaskan Kalibaru sebagai agenda promosi wisata kopi di Banyuwangi," katanya.
Gagasan Anas tersebut disambut gembira oleh pegiat kopi di Kalibaru.
Hamdani, pemilik kedai Semiotika Kopi dari Kalibaru Manis, mengatakan, selama ini, ia bersama kawan-kawannya rajin mempromosikan kopi lokal Kalibaru.
• Update Covid-19 di Bali: Bertambah 81 Pasien Sembuh, 62 Orang Positif
• Peneliti Singapura Kembangkan Alat Tes Virus Corona Kilat, Hasilnya Bisa Keluar dalam 36 Menit
• 4 Imbuan untuk Masyarakat, Begini Protokol Kesehatan Pelaksanaan Kurban Idul Adha dari Kementan
"Jika pemerintah turut mendampingi dan membantu promosi, tentu ini menjadi kabar gembira bagi kami," ungkapnya.
Saat ini, kata Hamdani, telah banyak tumbuh komunitas kopi di Kalibaru.
Tidak hanya berhenti sebagai petani kopi, tapi mulai melakukan proses pengemasan sendiri untuk dijual secara bebas. Bahkan, ada yang sampai membuat kafe-kafe kecil.
"Seperti halnya saya ini. Selain langsung bertani kopi, kita juga melakukan pemrosesan untuk dibuat kopi siap seduh. Juga kini sedang mengembangkan kafe," jelasnya.
Yang menggembirakan, di kawasan ini juga muncul komunitas Kalibaru Sineas Creative (KSC) yang sedang giat memproduksi web series bertajuk “Sarjana Kopi”.
• Mayat Orok Mengambang di Sungai Jalan Danau Tempe Sanur, Diduga Dibuang Setelah Dilahirkan
• Idul Adha 2020, Resep Membuat Gulai Kambing Spesial Anti Bau Prengus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kegiatan-promosi-kopi-di-kecamatan-kalibaru-banyuwangi.jpg)