Corona di Bali
Persiapan Penerapan SOP dan Protokol Kesehatan di Objek Wisata Bali
DPD Asita Bali juga harus ikut serta mempersiapkan objek wisata di Bali, khususnya dalam penerapan SOP dan protokol kesehatan
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi industri pariwisata, hampir 5 bulan lebih usaha bisnis kepariwisataan mati suri dengan sejumlah pembatasan yang dilakukan penyelenggara negara.
Untuk memulai kembali dunia pariwisata, tidak semudah membalikkan tangan.
Selain mempersiapkan kemampuan finansial, juga mempersiapkan anggota dan SDM yang sudah cukup lama dirumahkan.
DPD Asita Bali juga harus ikut serta mempersiapkan objek wisata di Bali, khususnya dalam penerapan SOP dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dalam program site inspection ke objek wisata Goa Gajah, Gianyar, salah satu objek wisata populer wisatawan nusantara maupun wisman. Kami melihat secara umum pengelola kawasan telah mempersiapkan fasilitas yang diperlukan. Objek ini belum dibuka untuk umum, namun tetap terbuka bagi umat yang melakukan persembahyangan,” jelas Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana, Senin (27/7/2020).
Ardana menyarankan agar fasilitas cuci tangan dengan perlengkapan tisu, tong sampah diperbanyak, penambahan tenaga cleaning service untuk melakukan disinfektasi pada reeling tangga di sepanjang objek.
Ketersediaan toilet yang memadai, standar baik bagi pengunjung wanita maupun laki-laki juga penting.
Tanda antrean dan petugas yang mengawasi disiplin pengunjung, untuk antre sesuai jarak aman baik saat membeli tiket, cuci tangan, hingga ketika mengambil gambar di kawasan.
“Khusus untuk penyediaan kain panjang atau selendang, saya meminta pengelola lebih mengutamakan pengunjung membeli di kios-kios suvenir di tempat, sehingga UMKM mendapat manfaat atas kehadiran wisatawan di objek tersebut,” jelasnya.
Sementara, bagi anggota, ia menyarankan kain panjang, selendang, udeng yang lazim digunakan ke pura menjadi item promosi perusahaan masing-masing anggota.
Anggota bisa memanfaatkan UMKM penyedia suvenir di Bali.
“Gifs istimewa yang mengingatkan mereka pada perusahaan yang melayaninya berwisata di Bali,” ujarnya.
Kepada pengelola objek wisata, juga disarankan menggunakan teknologi dalam melayani tamu untuk reservasi kunjungan, pembelian tiket, plus cara pembayaran digital di kios- kios suvenir yang ada juga bisa dilakukan.
Selain update kondisi dan kesiapan destinasi wisata dalam menghadapi tatanan berwisata baru dengan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-dpd-asita-bali-ketut-ardana123.jpg)