Corona di Bali
Persiapan Penerapan SOP dan Protokol Kesehatan di Objek Wisata Bali
DPD Asita Bali juga harus ikut serta mempersiapkan objek wisata di Bali, khususnya dalam penerapan SOP dan protokol kesehatan
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Asita juga mengikutsertakan anggota dalam membangun, merancang paket-paket wisata baru dengan objek-objek kunjungan yang mulai tumbuh.
Minggu lalu, ia mengajak 38 anggota Asita ikut serta dalam inspeksi ke objek wisata Semara Ratih, Desa Delod Sema, Gianyar.
Objek wisata di tengah hutan bambu, sawah dengan sungai yang bersih ini menarik untuk dikembangkan.
Objek wisata yang baru 60 persen tertata tersebut, perlu waktu untuk dapat dimasukkan ke dalam satu paket kunjungan wisata.
Pada kesempatan tersebut, ia menyarankan pengelola dan kelompok pemuda desa – untuk memastikan status hukum kelompok tersebut.
“Apakah akan dijadikan badan usaha desa di bawah BUMDES atau BUMDA (desa adat). Sehingga ada manajemen yang jelas, agar usaha tersebut menjadi tempat kerja, karier bagi kaum muda desa setempat,” katanya.
Hal ini juga menekan urbanisasi.
Sekretaris DPD Asita Bali Putu Winastra Pande menambahkan, kehadiran anggota Asita diminta ikut serta mendampingi objek wisata baru tersebut, guna memberikan saran, memonitor perkembangannya dan tentu membantu memasarkannya.
“Dengan adanya objek wisata, tidak hanya kaum pemuda yang mendapat pekerjaan, kaum ibu, perajin UMKM di desa setempat selayaknya ikut berkembang,” katanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-dpd-asita-bali-ketut-ardana123.jpg)