Breaking News:

Remaja 17 Tahun Ini Menangis Peluk Ibunya Seusai Culik Bocah 3 Tahun Karena Ingin Punya Adik

P anak tunggal dan ingin memiliki adik perempuan. Itulah motif dari upaya penculikan itu.

Tribunnews
Ilustrasi penculikan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Seorang remaja berinisial P (17) menangis saat memasuki lobi Polres Jakarta Selatan. 

Ia sudah memakai topeng dan berbaju jingga bertulis "Tahanan".

P lalu memeluk ibunya, N (48), yang berdiri di belakang Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono.

P dan N dinyatakan sebagai tersangka kasus penculikan bocah tiga tahun berinisial PR asal Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta.

P anak tunggal dan ingin memiliki adik perempuan. Itulah motif dari upaya penculikan itu.

N turut ditetapkan jadi tersangka lantaran mengetahui aksi penculikan PR tetapi tidak mencegahnya.

"Jadi intinya ingin menguasai, ingin menjadikan adik atau menjadikan anak,” ujar Budi di Mapolres Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (29/7/2020) siang.

N atau ibunda P sudah tak bisa punya anak lagi.

Niat P dan N awalnya membawa PR untuk dirawat sebagai anak dan adik buat P.

PR diculik P saat sedang bermain di depan rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta pada Senin lalu.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved