Gubernur Koster Minta Pemerintah Pusat Membuka Pintu Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
Gubernur Bali, Wayan Koster, pun meminta pemerintah pusat mengevaluasi larangan warga negara asing (WNA) masuk Indonesia
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mulai hari ini, Jumat (31/7/2020), Provinsi Bali secara resmi membuka sektor pariwisata tahap II untuk wisatawan nusantara (wisnu).
Jika tahap II ini sukses, dilanjutkan tahap III untuk wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang.
Gubernur Bali, Wayan Koster, pun meminta pemerintah pusat mengevaluasi larangan warga negara asing (WNA) masuk Indonesia untuk membuka pintu wisatawan ke Pulau Dewata.
Dibukanya Bali untuk wisatawan nusantara (wisnu) ditandai dengan Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi berbasis QRIS serta launching aplikasi Love Bali di Peninsula Island Kawasan The Nusa Dua, Badung, Kamis (30/7/2020) sore.
Deklarasi ini dihadiri Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, serta Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.
Pada acara puncak deklarasi ditampilkan tari kecak era baru.
Seluruh penari kecak memakai masker dan menjaga jarak. Selanjutnya dilakukan pemukulan kulkul, lalu toast meminum arak Bali bersama yang dipimpin oleh Gubernur Koster.
Dalam sambutannya, Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya keras menangani Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret di Bali.
"Kami menangani pandemi ini dengan sebaik-baiknya bekerjasama dengan Pangdam, Kapolda, Kajati Bali serta Bupati/Walikota se-Bali. Perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali sampai saat ini telah berjalan dengan sangat baik," kata Koster.
Berdasarkan data yang diterima, hingga kemarin jumlah kasus secara kumulatif positif Covid-19 di Bali mencapai 3.360. Pasien sembuh 2.788 atau sekitar 82,9 persen. Jumlah meninggal 48 orang.
“Mudah-mudahan jumlah kasus Covid-19 bisa kita kendalikan terus sampai pandemi ini berakhir sehingga tahapan sektor pariwisata di Bali berjalan baik,” ujarnya.
Koster meminta semua pelaku khususnya di bidang pariwisata betul-betul bisa menjalankan tatanan kehidupan secara tertib dan sukses agar tidak bertambah kasus baru dan tingkat kesembuhan semakin naik.
"Untuk besok (hari ini, red) kami berharap agar tahap kedua dimulainya aktivitas pariwisata, khususnya wisatawan nusantara, agar berjalan dengan baik lancar dan sukses," ungkap Koster.
Menurutnya Bali saat ini 52 persen lebih perekonomiannya ditopang oleh kepariwisataan.
Pandemi Covid-19 praktis membuat kepariwisataan di Bali mengalami kelumpuhan yang berdampak kepada dunia usaha kepariwisataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wisman-asal-china-menikmati-wisata-kuliner.jpg)