Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh Capai 86,54 Persen, 439 Orang Masih Berstatus Kasus Aktif

Kini sebanyak 439 orang yang terdiri dari 438 WNI dan 1 WNA masih tercatat sebagai pasien positif dalam perawatan (kasus aktif).

Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Update Covid-19 - Ilustrasi pengecekan suhu tubuh menggunakan infrared thermometer gun dan penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona. 

Sedangkan angka kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.375 kasus.

"Hari ini tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 19 orang, kasus positif bertambah 9 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Dewa Rai menjelaskan bahwa ke enam desa/kelurahan yang melaporkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 yakni Desa Peguyangan Kangin mencatatkan 2 kasus positif baru, Kelurahan Kesiman mencatatkan 2 kasus positif baru, Desa Dangin Puri Kauh mencatatkan 2 kasus positif baru.

Selanjutnya Desa Padangsambian Kelod, Kelurahan Pedungan dan Desa Pemogan mencatatkan penambahan kasus positif baru masing-masing 1 orang.

Sementara itu sebanyak 37 desa/kelurahan mencatatkan nihil penambahan kasus positif baru.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan bahwa angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Kota Denpasar.

Dimana, ditengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19.

Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dewa Rai menambahkan bahwa walaupun saat ini kita sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah masih menunjukan peningkatan.

Kedua klaster baru inilah menurutnya yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

"Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi," kata Dewa Rai. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved