Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

BPS Catat Kunjungan Wisatawan Turun 88,82% dari Mei, Perkirakan Kunjungan Wisman 2020, Hanya 4 Juta

Menurut perkiraan kami, kalau seharusnya [kunjungan] wisman sebelum Covid-19 itu 18 juta, tahun ini sekitar 2,8 juta hingga 4 juta

Editor: Kambali
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkirakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun ini akan jauh dari target yang ditetapkan akibat Covid-19.

"Menurut perkiraan kami, kalau seharusnya [kunjungan] wisman sebelum Covid-19 itu 18 juta, tahun ini sekitar 2,8 juta hingga 4 juta," ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Sungkari  dalam konferensi pers, Jumat (7/8/2020).

Transportasi Hingga Makanan Jadi Sumber Emisi Sektor Pariwisata di Bali

Tak hanya wisatawan mancanegara, Hari pun mengatakan akan ada penurunan pada pergerakan wisatawan nusantara, dari yang tadinya ditargetkan akan bisa mencapai 310 juta tahun ini menjadi hanya 140 juta pergerakan di tahun ini.

Hari pun memperkirakan kondisi ini akan terjadi dalam beberapa waktu.

Dia memperkirakan, kunjungan wisatawan mancanegara akan bisa mencapai 18 juta di tahun 2024-2025, sementara wisatawan nusantara bisa mencapai 310 juta di 2023.

Beberapa wisatawan domestik saat mengunjungi objek wisata Taman Ayun, Mengwi, Badung  Jumat (31/7/2020)
Beberapa wisatawan domestik saat mengunjungi objek wisata Taman Ayun, Mengwi, Badung Jumat (31/7/2020) (Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta)

Bangunan Publik dan Pariwisata di Bali Didorong Gunakan Sumber Energi Baru Terbarukan

Walaupun kunjungan wisatawan diperkirakan menurun drastis, Hari menyebut pemerintah tetap berupaya untuk menggenjot industri pariwisata.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara adalah dengan melakukan negosiasi travel bubble dengan beberapa.

Meski begitu, Hari mengatakan pelaksanaan travel bubble ini baru bisa dilaksanakan.

Melihat hal itu, Hari pun mengatakan pemerintah akan mencoba menggenjot permintaan wisatawan di dalam negeri, salah satunya dengan melakukan kegiatan pemerintah di hotel dan restoran.

"Minimal seluruh Kementerian di bawah Menko Maritim dan Investasi sudah sepakat dan berkomitmen berkegiatan di hotel sehingga bisa menggerakkan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata," ujar Hari.

Jadikan Pandemi Sebagai Momentum Konsolidasi, Jokowi Ingin Gabungkan BUMN Penerbangan dan Pariwisata

Menurut Hari, saat ini pemerintah juga tengah memfinalisasi berbagai insentif di sektor pariwisata untuk mendorong supply dan demand pariwisata.

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Januari hingga Juni tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia hanya sekitar 3,09 juta atau turun 59,92% dari periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 7,72 juta kunjungan.

Di bulan Juni, kunjungan wisman hanya sebanyak 160.280 kunjungan atau turun 88,82% dari Mei 2020. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul, Kemenparekraf perkirakan kunjungan wisman ke Indonesia hanya 4 juta di 2020, https://nasional.kontan.co.id/news/kemenparekraf-perkirakan-kunjungan-wisman-ke-indonesia-hanya-4-juta-di-2020?page=all

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved