Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Transportasi Hingga Makanan Jadi Sumber Emisi Sektor Pariwisata di Bali

Bahkan penyebab emisi di sektor kepariwisataan di Bali berasal dari kendaraan Bermotor hingga makanan yang dibuang.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Webinar Pariwisata Berkelanjutan "Peran Pelaku Pariwisata dalam Mewujudkan Bali Rendah Emisi," yang diadakan oleh DESMA Center, Jum'at (7/8/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia nampaknya tidak terlepas dari bahasa emisi.

Bahkan penyebab emisi di sektor kepariwisataan di Bali berasal dari kendaraan Bermotor hingga makanan yang dibuang.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkunhan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Dasrul Chaniago mengungkapkan, ada berbagai sumber penyebab emisi di sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Pertama, yakni disebabkan oleh transportasi darat dan udara karena di Pulau Seribu Pura ini kurang lebih terdapat sekitar 4,1 juta kendaraan bermotor.

Evaluasi Program Kerja, TPAKD Provinsi Bali Gelar Rapat Pleno

Tiga Jembatan Penghubung Sejumlah Desa di Karangasem Masih Gunakan Jembatan Darurat

Pemulihan Ekonomi, Pemkab Buleleng Bakal Libatkan Masyarakat Dalam Proyek Infrastruktur Skala Kecil

"Transportasi ini tentu dimiliki oleh orang perorangan atau mungkin juga pemilik bisnis pariwisata atau mungkin hotel," kata Dasrul saat menjadi salah satu pembicara pada Webinar Pariwisata Berkelanjutan "Peran Pelaku Pariwisata dalam Mewujudkan Bali Rendah Emisi," Jum'at (7/8/2020).

Di sisi lain, pihak hotel di Bali juga memiliki genset yang ikut menyumbang emisi di sektor pariwisata.

 Genset ini tipikalnya sebagai cadangan apabila listrik yang berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami hambatan.

Tak hanya genset, laundry juga turut menjadi penyumbang adanya emisi di sektor pariwisata di Bali.

 Dasrul menyebutkan, bahwa berbagai cucian yang ada di hotel-hotel di Bali biasanya dikirim ke laundry.

"Selama saya tugas di Bali selama 18 bulan, saya menemukan ada beberapa laundry yang menggunakan justru bahan bakar yang kotor, misalnya ada oli bekas yang digunakan, karena itu murah. Atau mungkin batubara yang digunakan atau solar," tuturnya.

Keberadaan air limbah yang disumbangkan oleh hotel-hotel di Bali juga menyumbangkan emisi di sektor pariwisata.

Air limbah yang dihasilkan oleh hotel biasanya juga turut mencemari keberadaan pantai di sekitarnya.

Air limbah ini akan menghasilkan emisi apabila terjadi penguapan atau reaksi kimia.

Di hotel juga terdapat sisa makanan bila dijadikan kompos maka akan menghasilkan gas metan.

Sambut HUT Kemerdekaan RI di Gianyar Penuh Makna, 10 Ribu Tukik Dilepas di Pantai Saba

Pemerintah Perbolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning, Begini Kata Mendikbud Nadiem Makarim

Kecelakaan di Buana Permata Hijau Denpasar, Pria 55 Tahun Meninggal Dunia

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved