Transportasi Hingga Makanan Jadi Sumber Emisi Sektor Pariwisata di Bali
Bahkan penyebab emisi di sektor kepariwisataan di Bali berasal dari kendaraan Bermotor hingga makanan yang dibuang.
Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Webinar Pariwisata Berkelanjutan "Peran Pelaku Pariwisata dalam Mewujudkan Bali Rendah Emisi," yang diadakan oleh DESMA Center, Jum'at (7/8/2020)
"Nah sisa makanan ini mulai dari tempat kita sebenarnya, dari memanen dia dipilih, terus dia memanen kemudian diangkut, sampai di hotel di-screening lagi ada yang terbuang. Pas diambil makannya, (kemudian) endak habis jadi sisa, kemudian diambil lagi dibuang," kata dia.
Berdasarkan beberapa pengamatan dirinya terhadap beberapa penelitian mahasiswa di Bali, makanan yang paling banyak terbuang yakni nasi, sayur kemudian lalapan.
"Nah ini semua menghasilkan gas rumah kaca sebenarnya," jelasnya dalam webinar yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/webinar-pariwisata-berkelanjutan-peran-pelaku-pariwisata-dalam-mewujudkan-bali-rendah-emisi.jpg)