Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Januari-Juli, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun Capai 63 Persen

Periode Januari-Juli 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mencatat sebanyak 4,87 juta penumpang dan 38 ribu pergerakan pesawat

Tayang:
Istimewa
Situasi di PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali. 

“Tentunya pertumbuhan yang signifikan ini dapat dikatakan cukup membawa kabar gembira di dunia penerbangan,” imbuh Herry optimis.

Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang terlayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali di bulan Juli 2020 ini terutama dipengaruhi oleh faktor berlakunya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali No. 305/GUGASCOVID19/VI/2020 yang mulai berlaku pada 5 Juli silam. 

Melalui surat ini, calon penumpang rute domestik yang hendak bepergian ke Bali melalui jalur udara dapat menggunakan surat keterangan uji Tes PCR dengan hasil tes negatif atau surat keterangan hasil uji rapid test dengan hasil non-reaktif yang masih berlaku. 

“Sesuai prediksi kami, di bulan Juli ini jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang terlayani meningkat secara drastis dibanding catatan bulan Mei dan Juni. Peningkatan ini telah kami antisipasi melalui beberapa hal, baik itu secara infrastruktur maupun secara pengelolaan kapasitas terminal bandar udara,” lanjut Herry.

Kapasitas terminal saat ini kami fungsikan sebesar 50 persen dari kapasitas terminal, naik dari sebelumnya yang hanya 35 persen dari kapasitas maksimal. 

Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, serta untuk menghindari adanya penumpukan dan antrean penumpang di terminal.

“Dari sisi infrastruktur, saat ini kami telah memasang perangkat disinfeksi berbasis sinar ultraviolet (Sinar UV) yang dipasang di jalur eskalator dan baggage claim. Melalui perangkat ini, pegangan eskalator dan bagasi dapat secara otomatis dilakukan disinfeksi, sehingga dapat meminimalisir potensi penyebaran virus via kedua fasilitas ini,” imbuhnya.

Selain itu, saat ini kami juga telah memfungsikan touchless tollgate, sehingga pengguna yang masuk bandar udara dengan kendaraan roda empat tidak perlu menyentuh tombol tiket. 

Prinsip tujuannya sama, untuk meminimalisasi kontak tangan dengan permukaan benda yang sering disentuh. 

“Hal ini semata-mata kami tujukan untuk meningkatkan pelayanan, serta untuk memberikan rasa aman dari risiko potensi penyebaran virus melalui penerbangan,” tutur Herry.(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved