Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kasus Positif Covid-19 di India Lampaui 2 Juta, Sehari Bertambah 62 Ribu Kasus

Para ahli menyalahkan lockdown yang singkat, pengujian dan penelusuran yang tidak merata, serta protokol keamanan Covid-19 yang tidak efektif.

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
Gambar oleh Gabriele Lässer dari Pixabay
Foto ilustrasi wanita mengenakan masker kain dan kacamata 

TRIBUN-BALI.COM, NEW DELHI - Kasus infeksi Covid-19 di India kini mencapai lebih dari 2 juta, para ahli pun berspekulasi mengenai penyebab lonjakan kasus tersebut.

Melansir BBC pada Jumat (7/8/2020), jumlah kasus Covid-19 India melampaui 2 juta, setelah adanya penambahan 62.170 kasus dalam waktu 24 jam terakhir atau satu juta kasus hanya dalam 20 hari, lebih cepat dari AS atau Brasil, yang keduanya memiliki jumlah kasus yang lebih tinggi.

Jika mengingat populasi India yang padat, mungkin jumlah kasus yang terjadi tidak mengejutkan.

Namun, para ahli mengatakan virus itu bisa diperlambat.

Para ahli menyalahkan lockdown yang singkat, pengujian dan penelusuran yang tidak merata, serta protokol keamanan Covid-19 yang tidak efektif.

Bahkan saat daerah yang semula menjadi pusat penyebaran Covid-19 telah membaik, seperti Delhi, Tamil Nadu, dan Maharashtra, kasus melonjak di wilayah lain.

"Kami telah melihat cukup banyak orang yang melakukan perjalanan antara daerah pedesaan dan perkotaan, serta kami melihat virus sekarang memasuki daerah pedesaan dan menyebar di sana," kata Dr Srinath Reddy, presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India dan penasihat untuk federal serta pemerintah negara bagian dalam mengatasi Covid-19.

Lockdown dan efek pelonggaran

Dilaporkan jumlah kasus virus corona di India meningkat semenjak India melakukan pembukaan kembali kegiatan normal masyarakatnya pada Juni lalu, dan secara bersamaan pengujian virus corona juga ditingkatkan.

Pada saat itulah, orang-orang mulai melakukan perjalanan berpergian kembali dengan melintasi daerah, negara bagian, yang mungkin sambil membawa virus corona.

Dr Reddy mengatakan penyebaran di daerah pedesaan relatif lebih lambat karena ada "lebih banyak ruang terbuka, Anda menempuh jarak yang lebih jauh" antar rumah ke rumah.

Namun, ia memperkirakan virus tersebut pasti telah menyebar juga di pedesaan India, seperti yang dapat dilihat dari fakta bahwa kasus meningkat paling cepat di negara bagian selatan Andhra Pradesh yang merupakan daerah pedesaan.

Sementara, kota di India yang menjadi pusat awal penyebaran virus corona ada di Delhi, Mumbai dan Chennai.

"Ini adalah virus yang datang ke India melalui penerbangan internasional, yang masuk ke kota-kota seperti Delhi dan Mumbai," kata ahli virus Shahid Jameel. Namun, "karena lockdown yang singkat", tambahnya, para migran membawa virus corona dari kota ke desa.

Delapan dari 20 distrik yang melaporkan kasus virus corona tertinggi di India sekarang berasal dari Andhra Pradesh, yang mayoritas pedesaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved