Pasar Gotong Royong Krama Bali BBPOM, Petani Raup Omzet Rp 5 Juta
Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID 19 diantaranya pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan
Penulis: Noviana Windri | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Nomor 1536 Tahun 2020 terkait Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, BBPOM menggelar Pasar Gotong Royong Krama Bali BBPOM.
Pasar ini digelar di halaman parkir Balai Besar POM di Denpasar setiap hari Jumat jam 08.00 sampai 10.00 WIB.
Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID 19 diantaranya pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.
"Ini adalah program terobosan sesuai Surat Edaran Gubernur Bali no 15036 tahun 2020, untuk membantu para petani lokal di masa new normal.
• Tunjuk KSAD Jadi Wakil Erick Thohir, Ini Alasan Jokowi Libatkan TNI Atasi Covid-19 di Indonesia
• Diperiksa Hingga Dini Hari, Polisi Tahan Anita Kolopaking Agar Tak Melarikan Diri & Hilangkan Bukti
• Produksi Masker Lukis, Dayu Harmaita Raup Omzet Rp 75 Juta per Bulan
Setiap kantor pemerintah wajib menggelar pasar ini untuk menunjang kebutuhan pangan segar ASN dan pegawai lainnya," jelas Ni GAN Suarningsih, Kepala Balai Besar POM di DenpasarKepala BBPOM Denpasar.
Ada setidaknya empat pedagang yaitu pedagang daging ayam, pedagang sayuran, pedagang buah dan beras, serta pedagang bumbu untuk obat seperti jahe metah, temulawak, dan sayur lengkap dari Baturiti.
Harga yang dijual sangat terjangkau dan kualitas barang berupa sayur mayur, buah buahan, sembako, ayam, daging dengan kualitas semua segar.
"Hasilnya lumayan ya. Petani bisa mendapat omzet jualan sekitar 5 jutaan," pungkasnya.
Para pegawai Balai Besar POM di Denpasar merasakan manfaat yang luar biasa, selain memperoleh harga terjangkau, juga dapat membantu para petani.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bbpom-menggelar-pasar-gotong-royong-krama-bali-bbpom-di-halaman-parkir.jpg)