Denpasar Akan Gelar Lomba Ogoh-ogoh Virtual Saat Denfest 2020
Dinas Kebudayaan Kota Denpasar akan melaksanakan lomba ogoh-ogoh secara virtual saat pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) tahun 2020
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar akan melaksanakan lomba ogoh-ogoh secara virtual.
Lomba ogoh-ogoh ini akan digelar saat pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) tahun 2020 yang rencananya digelar pada bulan Oktober hingga Desember 2020 mendatang.
Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram yang dikonfirmasi Selasa (11/8/2020) mengatakan, pihaknya belum berani melakukan parade maupun pawai ogoh-ogoh sehingga digelarlah lomba ogoh-ogoh secara virtual.
Dalam pelaksanaan lomba ini, masing-masing sekaa teruna diminta membuat video berdurasi dua sampai lima menit yang menceritakan tentang ogoh-ogoh yang dibuat.
• Ada Kaitan dengan Pura Kehen Bangli,Kori Agung Pura Dalem Kehen Kesiman Petilan Denpasar Direstorasi
• The Chickens Lauching Video Klip Ketiga Jadi Lebih Baik
• PHRI Gianyar Tunggu Pemerintah Buka VoA untuk Menarik Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Nanti lewat video inilah akan dinilai oleh dewan juri, dimana dalam pelaksanaan lomba ini pihaknya juga menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Denpasar.
"Untuk teknis lengkap dan kapan mulai lombanya kami masih rapatkan, intinya lombanya dilakukan secara virtual untuk seluruh sekaa teruna di Kota Denpasar," kata Mataram.
Selain itu, bagi wilayah yang tak membuat ogoh-ogoh seperti Desa Adat Renon, masing-masing sekaa teruna di wilayah setempat juga diminta membuat video terkait kreativitas mereka selama setahun.
Hal ini dikarenakan, video ini juga sebagai bukti dalam pencairan dana insentif yang dijanjikan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra sebesar 10 juta.
Sampai saat ini di Denpasar sudah terdata sebanyak 417 sekaa teruna.
Dan masing-masing sekaa teruna ini akan mendapat insentif masing-masing Rp 10 juta dipotong pajak.
"Sekarang dananya sudah ada, tinggal setor videonya sebagai bukti. Nanti kami akan rapatkan hal ini dengan kades maupun lurah. Kades lurah kemudian yang akan menyampaikan ke sekaa teruna," katanya.
Sebelumnya, Surat Edaran Gubernur Bali, PHDI Bali dan MDA Bali pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh saat Nyepi ditunda.
Oleh karenanya, menurut rencana karya seni ogoh-ogoh nanti akan ditampilkan pada saat parade ogoh-ogoh di bulan September atau Oktober 2020.
Pada saat itu, Rai Mantra juga menjanjikan akan memberikan insentif kepada masing-masing sekaa teruna sebesar Rp 10 juta. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ogoh-ogoh-sang-hyang-penyalin-di-karya-st-dhananjaya.jpg)