Breaking News:

Sponsored Content

Mengidap Diabetes, Sugeng Ngaku Terbantu Ketika Berobat dengan Adanya JKN-KIS

Pria yang kerap dipanggil Sugeng itu telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas 3.

Istimewa
Sugeng Riyanto (57) 

TRIBUN-BALI.COM - Sudah bukan rahasia lagi jika manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah dirasakan oleh banyak masyarakat yang tak terhitung lagi jumlahnya.

 Salah satu peserta yang merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS adalah Sugeng Riyanto.

Pria yang kerap dipanggil Sugeng itu telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas 3.

Bapak dari lima orang putri ini sadar jika yang dibutuhkan dirinya beserta keluarga bukan hanya kebutuhan sandang, pangan dan papan, melainkan juga kebutuhan akan jaminan kesehatan yang tidak kalah pentingnya.

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kepada Peserta, BPJS Kesehatan Denpasar Gelar Kegiatan Knows and Win

Kondisi Gelandang Bali United Sidik Saimima Belum 100 Persen

Rusia Umumkan Vaksin Covid-19 Siap Diproduksi Massal pada September 2020, WHO Ingatkan Ini

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Sugeng bersama istri sehari-harinya berjualan nasi kuning.

Menjalani hidup sebagai keluarga yang sederhana, Sugeng selalu menunaikan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS untuk membayar iuran tepat waktu.

“Saya sadar sebagai peserta JKN-KIS selain memiliki hak atas jaminan kesehatan juga memiliki kewajiban untuk membayar iuran tepat waktu.

Oleh karena itu saya menggunakan sistem autodebit pada bank agar tidak telat membayar iuran,” ujar Sugeng.

Sugeng mengaku jika apa yang ia dapatkan jauh lebih mahal dari iuran yang ia bayarkan setiap bulannya. Sugeng sangat bersyukur memiliki JKN-KIS yang telah meringankan bebannya.

“Saya mengidap penyakit diabetes dan diharuskan untuk berobat rutin ke rumah sakit, namun saya merasa beruntung karena dengan adanya JKN-KIS, saya tidak dikenakan biaya sepeserpun ketika berobat,” jelas Sugeng.

Sejalan dengan pengakuannya tersebut, Sugeng bercerita jika putrinya sempat terkena demam berdarah dan diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit.

 Mulai dari proses administrasi, pelayanan kesehatan hingga petugas kesehatan yang melayani sangat ramah dan kini sang putri telah sehat serta dapat beraktivitas kembali.

Sesuai dengan slogannya “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong”, Sugeng sekeluarga merasa sangat tertolong dengan adanya Program JKN-KIS.

Sugeng berharap semoga Program JKN-KIS selalu ada untuk masyarakat Indonesia, agar bisa digunakan untuk berobat saat jatuh sakit dan semoga BPJS Kesehatan selalu melakukan sosialisasi dan memberi informasi kepada masyarakat agar sadar akan pentingnya mengikuti progam JKN-KIS. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved