Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Antisipasi Pemain Mundur, Pelatih Bali United Punya Alternatif

Fenomena kepergian pelatih dan pemain asing di Liga I Indonesia 2020, menjadi topik hangat menjelang kompetisi kembali dihelat di tengah pandemi Covid

Penulis: Marianus Seran | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
istimewa
Stefano Cuggura Teco 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Fenomena kepergian pelatih dan pemain asing di Liga I Indonesia 2020, menjadi topik hangat menjelang kompetisi kembali dihelat di tengah pandemi Covid - 19, 1 Oktober mendatang. 

Dua pelatih asing di Liga I Indonesia, Edson Tavares pelatih Borneo FC, dan Mario Gomez pelatih Arema FC mundur dari tim masing-masing.

Mario Gomez mundur dari Arema FC bersama  Marcos Gonzales pelatih fisik yang sama-sama berasal dari Argentina.

Borneo FC juga mengumumkan soal pemutusan hubungan kerja dengan Edson Tavares serta Humberto, pelatih kepala serta pelatih fisik Borneo FC asal Brasil.

Selain itu, pemain asing Arema FC juga mundur yakni Jonathan Bauman yang telah mengumumkan hengkang.

Banyak faktor memengaruhi mundurnya pelatih dan pemain asing di Liga I.

Jelang MotoGP Austria, Fabio Quortararo Cium Bau Konspirasi

RB Leipzig vs Atletico Madrid, Diego Simeone Sebut Lawannya Sangat Berbahaya

Dukung Pergub 97, KPU Bali Batasi Penggunaan Baliho di Pilkada 2020

Sejumlah persepsi mengemuka setelah kejadian ini.

Faktor sistem kompetisi Liga I Indonesia 2020 tanpa degradasi - promosi membuat sejumlah pemain memilih menahan diri.

Prestise atau gengsi kompetisi tidak terlihat.

Di sisi lain, regulasi perubahan kontrak kerja yang diterapkan PSSI juga menjadi penyebab pemain dan pelatih ragu - ragu memutuskan melanjutkan pertandingan atau tidak.

Jika mereka tetap bermain, itupun tidak serius. Mereka takut mengalami cedera.

Pemain  khawatir bisa cedera akibat menjalani pertandingan dengan jadwal padat. Karena kompetisi digelar 1 Oktober 2020 dan berakhir 25 Februari 2021.

Hanya lima bulan waktu efektif bagi pemain untuk menjalani 31 pertandingan. Cukup padat dan melelahkan pemain.

Idealnya jadwal liga harus delapan bulan, agar pemain bisa mendapat waktu rest atau recovery (pemulihan) kondisi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved