Kisah Seorang Pilot 'Banting Setir' Jualan Mie Ayam dengan Peralatan Seadanya Imbas Pandemi Covid-19

Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan karena dampak Covid-19.

Editor: Wema Satya Dinata
KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial kini menjual mie ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membuka warung di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM - Obrolan Kompas.com dengan Megah Putra Perkasa, pilot yang kini banting setir menjadi penjual mie ayam, berlanjut ke sebuah masjid di sekitar warungnya di kawasan Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020) kemarin.

Megah merupakan salah satu pilot yang terkena imbas pandemi Covid-19.

Penerbangan dihentikan sementara karena ada pandemi COvid-19.

Otomatis hal itu berdampak pada pilot dan awak pesawat lainnya.

Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan karena dampak Covid-19.

Kronologi Nasabah Bank Kehilangan Uang Rp 44 juta Usai Terima Telepon dari Orang Tak Dikenal

Kuasa Hukum Jerinx SID Temui Ketua IDI Bali, Ini Hasilnya

Promo Alfamart 13 Agustus, Diskon Madu, Beli 2 Gratis 1 hingga Beli Produk Nestle Dapat Grand Prize

Sekitar tengah hari kemarin, Megah duduk di selasar masjid sambil bercerita bahwa awalnya dia tak menyangka bisa memiliki gerobak mie ayam sederhana dengan tempat jualan yang baik di warung Majelis.

 Namun beberapa rekannya memfasilitasi dia untuk bisa berjualan mie ayam di warung mereka.

"Pas ditawarin untuk jualan di warung saya juga bingung, enggak ada apa-apa soalnya," kata Megah.

Dia mengatakan, dagangan mie ayamnya yang berawal dari berjualan secara online dari rumah hanya menggunakan peralatan dapur rumahan sederhana.

 Tidak ada peralatan khusus seperti panci besar untuk merebus mie dan mangkuk untuk menghidangkan.

Menurut dia, penjualan secara online hanya membutuhkan kemasan saja.

"Jualan online kan pakai alat dapur rumah tangga," kata dia.

Dia akhirnya memiliki peralatan untuk jualan mie.

Namun semua peralatan dibantu kerabatnya.

Dia kini bisa membuka warung mie ayam secara offline.

Di Anggaran Perubahan 2020, Badung Alokasikan Rp 390,5 Miliar untuk Infrastruktur  

Kuasa Hukum Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan

Untuk Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Bali Akan Fokus pada Kelestarian Lingkungan 

 Keluarga mendukung Perubahan statusnya dari pilot menjadi pedagang mie ayam didukung penuh sanak keluarganya, terutama istrinya.

 Dia mengungkapkan, istrinya seringkali mengingatkan agar tidak menyerah.

Megah berkerja sebagai pilot selama 13 tahun dan dia ingat satu pesan istrinya, yaitu rezeki bukan hanya yang tertera dari slip gaji.

"Rezeki itu bukan slip gaji, jadi insyaAllah ada juga di sini (berjualan mie ayam)," kata dia.

Dia percaya, pandemi Covid-19 punya hikmah untuk dirinya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pilot Nekad Berdagang Mie Ayam dengan Peralatan Seadanya Setelah Terdampak Pandemi Covid-19",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved