Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Makan Malam Setelah Jam 8 Bikin Gemuk, Benarkah?

Tak jarang disebutkan bahwa semakin malam Anda makan maka semakin mudah berat badan bertambah. Namun, benarkah pendapat ini?

Tayang:
vitatalalay.com via Tribun Style
Ilustrasi makan di malam hari.  

TRIBUN-BALI.COM - Jam makan menjadi hal penting saat ingin menurunkan berat badan.

Banyak orang percaya bahwa makan di waktu-waktu tertentu dapat membuat gemuk.

Salah satu pendapat umum yang paling populer adalah larangan makan setelah pukul 8 malam.

Bahkan, tak jarang disebutkan bahwa semakin malam Anda makan maka semakin mudah berat badan bertambah. 

Namun, benarkah pendapat ini?

Melansir dari Healthline, gagasan mengenai makan di malam hari bisa membuat gemuk berasal dari penelitian terhadap hewan yang menunjukkan bahwa tubuh menggunakan kalori yang dikonsumsi secara berbeda dalam waktu-waktu tertentu.

Ini Perbedaan Stres dan Kecemasan, Begini Tips untuk Mencegah hingga Mengatasinya

Seberapa Penting Pemanasan Sebelum Berolahraga?

Perhatikan Api dan Minyak, Trik Memasak Nasi Goreng agar Nasi Tidak Lengket dan Menggumpal

Dengan kata lain, kalori yang dikonsumsi akan dicerna tubuh berdasarkan siklus tubuh atau ritme sirkadian.

Beberapa peneliti berhipotesus bahwa makan di malam hari bertentangan dengan siklus tubuh.

Menurut ritme sirkadian, malam hari adalah waktu untuk beristirahat bukan untuk makan.

Beberapa penelitian terhadap hewan mendukung pendapat tersebut.

Penelitian yang dilakukan pada tikus misalnya, makan di waktu yang berlawanan dengan siklus tubuh membuat berat badan bertambah secara signifikan meskipun jumlah atau posrsi makan sama.

Namun, perlu diingat, belum ada penelitian terhadap manusia yang mendukung gagasan ini.

Lebih penting jumlah makanan

Penelitian yang dilakukan pada manusia justru menunjukkan hal terpenting dalam meningkatkan berat badan bukan pada waktu tapi jumlah.

Selain Hormon dan Riasan, Berikut Penyebab Utama Pemicu Tumbulnya Jerawat

Bikin Rileks, 5 Teknik Pernapasan untuk Mengatasi Stres dan Cemas dalam Waktu Singkat

Ramalan Zodiak Minggu Ini 15-21 Agustus 2020, Aquarius Takut Tersakiti, Leo Kurangi Kecepatan

Studi yang terbit dalam jurnal Appetite dan Obesity melacak kebiasaan makan terhadap 52 orang dewasa. 

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa orang yang makan lebih dari jam 8 malam mengonsumsi lebih banyak total kalori dibanding orang yang berhenti makan sebelum pukul 20.00.

Secara keseluruhan, inilah yang membuat Anda mengalami kenaikan berat badan secara siginifikan ketika makan setelah jam 8 malam.

Studi lain menemukan bahwa orang yang makan antara jam 11 malam sampai 5 pagi mengkonsumsi sekitar 500 kalori lebih banyak dibanding yang membatasi asupan makanan di waktu-waktu tersebut.

Secara keseluruhan, rata-rata orang yang makan pada jam-jam larut malam bertambah sekitar 4,5 kilogram.

Makan terlalu malam berpengaruh pada pilihan makanan

Tidak hanya membuat makan lebih banyak, kebiasaan makan terlalu larut juga membuat Anda cenderung memilih makanan kurang sehat.

Pada malam hari, Anda mungkin lebih cenderung memilih makanan yang tidak sehat dan padat kalori.

Anda akan lebih memilih makanan dengan sedikit nilai gizi, seperti keripik, soda, dan es krim pada malam hari.

Ada banyak kemungkinan alasan untuk ini.

Susah Menahan Dorongan Belanja? Coba 4 Tips Ini

Bisa Mengubah Mood, 4 Zodiak Ini Disarankan untuk Tidak Mengenakan Baju Hitam

Akhir Era Ronaldo dan Messi, Kali Pertama Tanpa Mereka di Semifinal Liga Champions

1. Akses

Orang yang makan larut malam mungkin tidak memiliki akses mudah ke makanan sehat.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pekerja malam cenderung mengemil makanan yang tidak sehat untuk kenyamanan, karena mungkin ada kurangnya pilihan makanan sehat yang tersedia di tempat kerja pada malam hari.

2. Makanan secara emosional

Makan secara emosional adalah faktor lain yang menyebabkan pilihan makanan yang lebih buruk di malam hari.

Penting untuk membedakan antara rasa lapar yang sebenarnya dan makan karena stres, kecemasan, kebosanan, atau kesedihan.

Ketika rasa lapar Anda banyak disebabkan oleh stresm kebosanan, atau kesedihan, maka mungkin Anda akan memilih makanan yang membuat Anda nyaman dibanding makanan sehat.

3. Kelelahan

Selain itu, kelelahan telah dikaitkan dengan peningkatan asupan makanan dan keinginan untuk makanan berkalori tinggi.

Ini mungkin karena perubahan hormonal yang memengaruhi nafsu makan selama kurang tidur. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Makan Setelah Jam 8 Malam Bikin Gemuk?"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved