Corona di Bali

Pemkot Denpasar Minta Tak Adakan Lomba 17-an yang Mengundang Kerumunan, Upacara Digelar Terbatas

Pemkot Denpasar meminta masyarakat tak menggelar lomba perayaan HUT ke-75 RI yang mengundang keramaian

Tribun Bali/Ady Sucipto
Foto ilustrasi lomba 17 Agustus 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pemkot Denpasar meminta masyarakat tak menggelar lomba perayaan HUT ke-75 RI yang mengundang keramaian.

Hal ini dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Dari Gugus Tugas meminta, kegiatan beresiko sementara tidak dilaksanakan karena masih dalam masa pandemi Covid-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai, Minggu (16/8/2020).

Pihaknya memberikan masyarakat untuk merayakan HUT RI asalkan sesuai dengan protokol kesehatan.

Ruang ICU Penuh, RSUD Klungkung Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Pertunjukan Seni Pertama Sejak Masa Pandemi, Simulasi AKB Pelaku Seni Tradisi Pentas di Banyuwangi

Bertambah Satu Pasien, Kakek Berusia 70 Tahun Terkonfirmasi Covid-19 di Jembrana

"Kalau lomba pasti mengundang kerumunan. Ketika kerumunan banyak, protokol kesehatan bisa tidak diindahkan," katanya.

Dewa Rai menambahkan, untuk pelaksanaan upacara bendera di Kota Denpasar, Bali pun dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang terbatas.

Pelaksanaan upacara dilaksanakan di tempat parkir belakang kantor Walikota.

Untuk jumlah Paskibraka pun dibatasi, di mana tahun ini hanya 29 orang.

Jumlah anggota Paskibraka memang tahun ini lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah 70 orang dengan formasi barisan yang lengkap.

Namun karena dalam masa pandemi Covid-19 saat ini dikurangi dalam upaya penerapan protokol kesehatan.

"Walaupun dari segi jumlah berkurang namun tidak mengurangi semangat dan makna peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI," katanya.

Dalam pelaksanaannya nanti dari jumlah Paskibraka ini akan dibagi menjadi dua tugas.

Pada upacara bendera pagi harinya melibatkan 15 orang anggota Paskibraka, dan sore harinya pada saat penurunan bendera melibatkan 14 anggota.

Tentu dari pembagian ini yang selalu tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan selalu menjaga jarak.

Jumlah pasukan pun hanya 10 orang tiap instansi yang terdiri TNI, Polri.

"Untuk Korsik 15 orang. Veteran hanya mengundang perwakilan saja. Tidak banyak," katanya.

Upacara ini akan dimulai pukul 07.30 Wita. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Corona di Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved