Virus Corona
Deteksi Covid-19 yang Diambil dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Pakar
para peneliti di Yale School od Public Health mengembangkan tes SalivaDirect, yang telah mengantongi izin dari Food and Drug Administration (FDA)
Tes Covid-19 terus menurun
Update angka infeksi virus corona baru di dunia, menurut Worldometer telah mencapai lebih dari 21 juta kasus dengan angka kematian mencapai 773.032 kasus.
Sedangkan di Amerika Serikat sebagai negara dengan angka kasus tertinggi di dunia, lebih dari 5,5 juta warganya positif Covid-19 dan 173.128 orang tewas.
Jumlah kasus infeksi Covid-19 di negara ini terus meningkat, namun seperti dilaporkan CNN, pengujian justru terus menurun di banyak negara bagian.
Deteksi SalivaDirect, tes Covid-19 berbasis air liur ini menjadi kabar baik di tengah situasi kritis di benua Paman Sam.
Menurut Covid Tracking Project, sebanyak 17 negara bagian melakukan lebih sedikit tes pada pekan lalu, dibandingkan pekan sebelumnya.
Bahkan, beberapa orang di Amerika masih harus menunggu berhari-hari untuk menerima hasil tes Covid-19 mereka.
Saat ini, American Medical Associations meminta seluruh pemerintah federal untuk menerapkan pedoman prioritas dalam membantu mempercepat deteksi virus corona bagi mereka yang membutuhkan tes dan hasil segera.
Kendati pengujian di 17 negara bagian menurun, namun tingkat positif tes telah meningkat di 34 negara bagian di Amerika Serikat.
Itu berarti bahwa persentase pengujian yang lebih tinggi yang dilakukan ternyata memberi dampak positif.
Sementara jumlah kasus Covid-19 harian menurun di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, beberapa di antaranya kemungkinan karena penurunan pengujian yang dilakukan.
"Pengujian juga turun sekitar 20 persen hingga 30 persen, sehingga gambarnya sedikit berlumpur," kata Dr. Ashish Jha, direktur Harvard Global Health Institute.
Kendati demikian, fakta yang lebih jelas dari angka kasus infeksi virus SARS-CoV-2 ini adalah tren kematian akibat Covid-19 di negara ini.
Sedikitnya, ada lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19 dalam sehari di Amerika Serikat.
Hingga, Sabtu (15/8/2020), lebih dari 1.000 kematian baru dalam sehari selama 16 dari 20 hari terakhir, menurut data Johns Hopkins University dan Covid Tracking Project.
Jha berharap dengan deteksi Covid-19 tingkat kematian dapat turun, namun bahkan jika menurun hingga 800 kematian sehari, itu berarti ada 24.000 orang Amerika yang meninggal setiap bulan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Deteksi Covid-19 dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Peneliti",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-covid-19-deteksi-covid-19-pengujian-virus-corona.jpg)