Virus Corona
Deteksi Covid-19 yang Diambil dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Pakar
para peneliti di Yale School od Public Health mengembangkan tes SalivaDirect, yang telah mengantongi izin dari Food and Drug Administration (FDA)
TRIBUN-BALI.COM - Tes Covid-19 menjadi upaya awal yang sangat penting dalam menangani situasi pandemi saat ini.
Sebab, deteksi penyakit baru yang diakibatkan infeksi virus corona ini dapat segera ditangani, apabila deteksi dapat dilakukan dengan cepat.
Seperti dilansir dari CNN, Senin (17/8/2020), para peneliti di Yale School od Public Health mengembangkan tes SalivaDirect, yang telah mengantongi izin dari Food and Drug Administration (FDA).
Deteksi Covid-19 berbasis air liur ini memberikan pilihan bagi orang Amerika, di mana sejak pandemi ini merebak di negara ini, alat tes yang kurang hingga penundaan pengujian menjadi masalah pelik.
• Begini Cara Pesan Uang Peringatan 75 tahun Kemerdekaan RI yang Bakal Diterbitkan BI
• Subsidi Gaji Rp 600 per Bulan Bakal Cair 25 Agustus 2020, Nanti Diserahkan Langsung Presiden Jokowi
• Bantuan Rp 600 Ribu Bagi Pekerja Cair Akhir Agustus, Ini Tahapan dan Syarat Penerima
"Tes SalivaDirect untuk deteksi cepat SARS-CoV-2 adalah satu lagi pengubah permainan inovasi pengujian yang akan mengurangi kelangkaan tes pengujian," kata Laksamana Brett Giroir, pejabat Amerika Serikat yang bertanggung jawab pada pengujian Covid-19.
Tes ini tidak seperti pengujian lainnya, sebab tes SalivaDirect tidak memerlukan alat usap atau pengumpul tertentu untuk mendapatkan sampel.
Bahkan, tes ini diklaim dapat digunakan dengan reagen dari beberapa vendor.
"Kami menyederhanakan tes, sehingga hanya membutuhkan beberapa dolar untuk reagen. Kami berharap laboratorium hanya akan menggunakan biaya sekitar 10 dolar per sampel," ungkap Nathan Grubaugh, asisten profesor epidemiologi di Yale.
Grubaugh menambahkan apabila tes SalivaDirect ini dapat jadi alternatif yang murah, maka akan dapat diterapkan di seluruh negeri.
"Sehingga kami akhirnya bisa menangangi pandemi ini, bahkan sebelum ada vaksin," jelas dia.
Para peneliti mengatakan tes Covid-19 berbasis air liur ini dapat mengungkap hasil yang lebih cepat, hanya dalam waktu kurang dari tiga jam.
Selain itu, akurasi tes dinilai setara dengan hasil swab atau usap hidung.
Peneliti mengatakan tes SalivaDirect akan tersedia untuk umum dalam beberapa minggu mendatang.
Rencananya, menurut FDA, Yale akan mempublikasikan protokolnya tersebut sebagai 'open-source'.
• GP Ansor dan Banser Karangasem Gelar Renungan Suci dan Apel Kehormatan
• Kisah Inspiratif di Balik Pandemi Covid-19, Pak Megah dari Pilot Jadi Pedagang Mi Ayam
• PROMO Kuota Telkomsel Unlimited 24 Jam Berlaku Selama 30 Hari, Begini Cara Dapatnya
Artinya, laboratorium yang ditunjuk dapat mengikuti protokol untuk melakukan tes mereka sendiri sesuai dengan instruksi lembaga ini.
Tes Covid-19 terus menurun
Update angka infeksi virus corona baru di dunia, menurut Worldometer telah mencapai lebih dari 21 juta kasus dengan angka kematian mencapai 773.032 kasus.
Sedangkan di Amerika Serikat sebagai negara dengan angka kasus tertinggi di dunia, lebih dari 5,5 juta warganya positif Covid-19 dan 173.128 orang tewas.
Jumlah kasus infeksi Covid-19 di negara ini terus meningkat, namun seperti dilaporkan CNN, pengujian justru terus menurun di banyak negara bagian.
Deteksi SalivaDirect, tes Covid-19 berbasis air liur ini menjadi kabar baik di tengah situasi kritis di benua Paman Sam.
Menurut Covid Tracking Project, sebanyak 17 negara bagian melakukan lebih sedikit tes pada pekan lalu, dibandingkan pekan sebelumnya.
Bahkan, beberapa orang di Amerika masih harus menunggu berhari-hari untuk menerima hasil tes Covid-19 mereka.
Saat ini, American Medical Associations meminta seluruh pemerintah federal untuk menerapkan pedoman prioritas dalam membantu mempercepat deteksi virus corona bagi mereka yang membutuhkan tes dan hasil segera.
Kendati pengujian di 17 negara bagian menurun, namun tingkat positif tes telah meningkat di 34 negara bagian di Amerika Serikat.
Itu berarti bahwa persentase pengujian yang lebih tinggi yang dilakukan ternyata memberi dampak positif.
Sementara jumlah kasus Covid-19 harian menurun di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, beberapa di antaranya kemungkinan karena penurunan pengujian yang dilakukan.
"Pengujian juga turun sekitar 20 persen hingga 30 persen, sehingga gambarnya sedikit berlumpur," kata Dr. Ashish Jha, direktur Harvard Global Health Institute.
Kendati demikian, fakta yang lebih jelas dari angka kasus infeksi virus SARS-CoV-2 ini adalah tren kematian akibat Covid-19 di negara ini.
Sedikitnya, ada lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19 dalam sehari di Amerika Serikat.
Hingga, Sabtu (15/8/2020), lebih dari 1.000 kematian baru dalam sehari selama 16 dari 20 hari terakhir, menurut data Johns Hopkins University dan Covid Tracking Project.
Jha berharap dengan deteksi Covid-19 tingkat kematian dapat turun, namun bahkan jika menurun hingga 800 kematian sehari, itu berarti ada 24.000 orang Amerika yang meninggal setiap bulan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Deteksi Covid-19 dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Peneliti",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-covid-19-deteksi-covid-19-pengujian-virus-corona.jpg)