Breaking News:

Erick Thohir Larang BUMN Ikut Tender Proyek yang Nilainya di Bawah Rp 15 Miliar

Oleh sebab itu, ia menekankan BUMN tak boleh lagi ikut tender dalam proyek bernilai dibawah Rp 15 miliar.

(KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)
Menteri BUMN, Erick Thohir 

TRIBUN-BALI.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir menyatakan, pihaknya selalu mendorong keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) dalam upaya mendorong perekonomian nasional.

Oleh sebab itu, ia menekankan BUMN tak boleh lagi ikut tender dalam proyek bernilai dibawah Rp 15 miliar.

Lantaran, proyek tersebut lebih baik diambil oleh pelaku UMKM.

"Untuk pengadaan Rp 250 juta sampai Rp 15 miliar, kita sudah keluarkan peraturan bahwa tidak ada lagi BUMN yang ikut tender itu. Jadi kita bangun ekosistem yang sehat untuk UMKM," ungkap dia dalam konferensi pers virtual peluncuran laman dan aplikasi khusus UMKM, Senin (17/8/2020).

Menlu Retno Beberkan 4 Program Prioritas Kementeriannya di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Saja?

Pemberian Remisi HUT Ke-75 RI di Lapas Kerobokan, 17 WBP Hirup Udara Bebas, Salah Satunya WN Jerman

Paket Giri-Asa Bergejolak di Internal PDI P, Alit Yandinata: Dukung Kader Berkeringat dari Dulu

Erick mengatakan, dalam mendukung pelaku UMKM yang juga terkena dampak negatif pandemi Covid-19, Kementerian BUMN pun bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM terkait pengelolaan Smesco dan Sarinah.

Nantinya Smesco akan menjadi tempat yang fokus memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM, sedangkan Sarinah menjadi tempat pemasaran bagi produk-produk UMKM.

Di sisi lain, Erick turut meluncurkan Pasar Digital (PaDi) UMKM untuk mendorong peningkatan belanja BUMN ke UMKM.

Saat ini, memang baru terbatas pada 9 BUMN yaitu Telkom, Pertamina, Pupuk Indonesia, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, BRI, Pegadaian, dan PNM.

Namun, ia memastikan belanja BUMN pada UMKM juga tetap akan didorong melalui sarana di luar aplikasi tersebut.

Menurutnya, peningkatan belanja khususnya kepada UMKM akan mendorong perekonomian, sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan lebih cepat.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved