Kantor BI di Bali Layani Penukaran UPK Rp 75 Ribu secara Drive Thru
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyebutkan 1 juta bilyet lebih dari 75 juta bilyet telah dikirim ke Bali
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bank Indonesia (BI) secara resmi mengeluarkan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK), nominal Rp 75 ribu pada 17 Agustus 2020.
Uang ini kemudian disebut UPK75, dan dicetak sebanyak 75 juta bilyet di seluruh Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyebutkan 1 juta bilyet lebih dari 75 juta bilyet telah dikirim ke Bali.
Sehingga masyarakat Bali, telah bisa memesan UPK75 ini.
• Ini 5 Klasifikasi Kasus Covid-19 di Indonesia, Tanpa Gejala Hingga Kritis
• Virus Corona di Dunia Telah Menginfeksi Hampir 22 Juta Orang, Ini 10 Negara dengan Kasus Tertinggi
• Kejagung Tahan 3 Oknum Jaksa yang Dijadikan Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan 63 Kepsek di Riau
Namun guna menghindari penyebaran Covid-19, KPwBI Bali membatasi penukaran UPK75 hanya bisa dipesan secara individu dan kolektif melalui tautan https://pintar.bi.go.id.
“Nanti setelah itu, pemesan akan mendapatkan nomor dan jam antrian. Sehingga tidak berjubel,” jelasnya dalam temu media di Denpasar, Selasa (18/8/2020).
Trisno mengingatkan, saat penukaran pemesan UPK75 harus membawa KTP asli. Sebab syarat mutlak, satu KTP satu uang.
Membawa bukti pemesanan dalam bentuk hardcopy atau digital.
Melakukan penukaran pada waktu dan lokasi, yang telah dipilih sesuai yang tertera pada bukti pemesanan.
Serta menggunakan masker dan tetap jaga jarak selama melakukan penukaran.
Untuk drive thru, dibatasi dalam sehari penukarannya 150 bilyet saja.
Dan buka dari pukul 08.00-11.00 Wita di halaman depan kantor KPwBI Bali, Renon, Denpasar.
Kegiatan penukaran UPK75 di KPwBI Bali pada tanggal 18 Agustus 2020, kata dia, secara umum berjalan dengan baik karena kesiapan seluruh petugas di lapangan.
“Tidak ada antrian yang terlalu panjang, bahkan pada pukul 10.30 Wita hampir sudah terlayani semuanya,” ujarnya.
• Mata-mata China Tertangkap di AS Setelah Dijebak, Ini Ancaman Hukumannya
• Ini 5 Manfaat Kacang Mete Bagi Kesehatan, Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
• Triwulan Kedua, Pertumbuhan Ekonomi Bali Minus 10.98 Persen
“Data menunjukkan UPK75 yang telah ditukar sebanyak 142 lembar, sisa 8 lembar karena tidak hadir dan kesalahan penginputan oleh penukar,” sebutnya.
Untuk memitigasi risiko penyebaran Covid-19, petugas BI di lapangan juga lengkapi masker, sarung tangan, dan face shield.
Walau demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena Periode pemesanan penukaran tahap kedua.
Dilaksanakan pada 1 Oktober 2020 sampai selesai, bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan bank umum yang ditunjuk melakukan kerjasama penukaran Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga.
Dengan batas penukaran 100 lembar per hari. Trisno menegaskan semua bilyet UPK75, akan disebar terlebih dahulu.
“Sementara 75 juta bilyet itu kan cukup untuk satu keluarga di Indonesia,” katanya.
Ia belum belum mendapatkan informasi, apakah uang ini akan dicetak lebih dari 75 juta bilyet tersebut.
Namun yang pasti, Trisno mengatakan UPK75 bisa digunakan bertransaksi.
Ia menekankan, bahwa kain Grinsing khas Karangasem Bali dimasukkan ke dalam design lembar UPK75.
Tujuannya memperteguh kebinekaan, dan digambarkan dengan anak Indonesia menggunakan pakaian adat yang mewakili daerah barat, tengah, dan timur NKRI serta beragam kain motif kain nusantara yaitu tenun Gringsing Bali, batik kawung Jawa, dan songket Sumatera Selatan yang menggambarkan kebaikan, keanggunan, dan kesucian.
Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI ini, telah didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia sebelum hari penerbitan dilaksanakan.
“Khusus wilayah Provinsi Bali kami telah menerima persediaan uang dimaksud, pada Juni 2020 untuk memenuhi permintaan masyarakat di wilayah Bali,” jelasnya.
Periode pemesanan penukaran tahap pertama ini, dilaksanakan pada tanggal 18 sampai 30 September 2020 bertempat tempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jl. Letda Tantular No. 4.
Gung Pran, satu diantara warga Gianyar mengaku sangat antusias dan ingin memiliki UPK75 ini.
Ia pun berupaya masuk ke web untuk mendapatkan uang edisi khusus ini. Begitu juga dengan Rita.
Ia dan suaminya terus mencoba masuk ke web, karena beberapa kali gagal akibat banyaknya orang yang masuk web untuk memesan UPK75.
Mereka berharap bisa mendapatkan kesempatan melihat langsung UPK75 ini, apalagi ada kain Grinsing Bali menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Bali.
Trisno menegaskan, walaupun BI terus menggencarkan transaksi non tunai, satu diantaranya melalui QRIS.
Namun terbitnya UPK75, adalah apresiasi dan bentuk rasa bangga, rasa syukur, karena Indonesia telah merdeka hingga 75 tahun.
“Dulu kan ada juga edisi UPK25, UPK50, dan nanti UPK100 saya rasa,” imbuhnya.
Sementara ini, UPK75 hanya dibatasi pada WNI saja termasuk WNI yang tinggal di luar negeri pun bisa memesan.
“Sehingga UPK75 ini adalah motivasi dan optimisme bahwa Bali dan Indonesia, akan kian kuat ke depannya. Masa depan negara dan bangsa ini akan lebih baik,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/trisno-nugroho-saat-memegang-upk75.jpg)