Breaking News:

Buang Limbah Sembarangan dan Tak Berizin, Pabrik Tahu Tempe di Kelurahan Bitera Gianyar Disegel

Dinas Satpol PP Gianyar melakukan langkah penyegelan terhadap pabrik tahu tempe di Kelurahan Bitera

Satpol PP Gianyar
Satpol PP Gianyar saat menyegel pabrik tahu tempe di Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali, beberapa hari lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dinas Satpol PP Gianyar terpaksa melakukan langkah penyegelan terhadap pabrik tahu tempe di Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali.

Hal tersebut lantaran pemilik pabrik tidak mengindahkan surat peringatan (SP) yang dilayangkan sebanyak tiga kali.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Rabu (19/8/2020), pabrik tersebut melanggar dua hal, yakni tidak memiliki izin dan melakukan pencemaran lingkungan dengan cara membuang limbah secara sembarangan.

Sebelum berkali-kali diberikan SP oleh Satpol PP Gianyar, perangkat setempat seperti kelurahan, bendesa hingga kepala lingkungan telah kerap memberikan pembinaan.

Kepala Dinas Satpol PP Gianyar, Made Watha membenarkan pihaknya telah menyegel pabrik tersebut, karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomer 15 tahun 2015 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Sebelum melakukan penyegelan, pihaknya telah menjalankan SOP penindakan mengacu pada Permendagri Nomer 54 tahun 2011, yakni terlebih dahulu pihaknya melayangkan SP1.

Kata Watha, durasI SP1 tersebut berlaku selama tujuh hari.

Namun setelah diberikan SP1, yang bersangkutan tidak mematuhi apa yang disarankan, yakni mengurus izin dan tidak membuang limbah sembarangan hingga durasi waktu tujuh hari, pihaknya melayangkan SP2.

“SP2 berlaku tiga hari. Setelah tiga hari tim kita turun ke lapangan, (yang bersangkutan) juga tak memenuhi berbagai ketentuan dan sebagainya, terbitlah SP3. Setelah kami koordinasi dengan provinsi dan pihak terkait, sehingga kami berikan surat resmi tentang pengumuman penutupan. Kami telah segel secara resmi karena tidak sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Watha menjelaskan secara spesifik terkait pelanggan yang dilakukan.

“Dilanggar adalah tanpa izin, melanggar pembuangan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan, apalagi di sini ada tempat suci beji, dan kami (Pemkab Gianyar) juga tengah getol melakukan penataan lingkungan,” tandasnya.

Dia mengaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap perusahaan yang tidak berizin, terlebih lagi ditambah adanya pencemaran lingkungan.

“Gianyar ini harus asri dan nyaman, jangan sampai ada yang melakukan pencemaran, itu kami tidak toleransi,” tandasnya.

(*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved