Berita Gianyar
Bunga Pacar Galuh ‘Mekar’ di Pasar, Harganya Melonjak Dua Kali Lipat di Gianyar Bali
Tak hanya kebutuhan upacara, harga sejumlah komoditas dapur di Gianyar juga terpantau relatif stabil.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Di saat aktivitas upacara keagamaan umat Hindu di Bali mulai menurun, harga bunga Pacar Galuh justru mengalami lonjakan tajam.
Dalam sepekan terakhir, harga bunga yang menjadi salah satu sarana penting upacara ini melesat dari Rp 15 ribu menjadi Rp 33 ribu per kilogram.
Informasi dihimpun, Senin 11 Mei 2026, kenaikan harga itu terjadi akibat pasokan bunga mulai berkurang.
Banyak petani kini kembali fokus menggarap sawah dan memasuki masa tanam padi, sehingga produksi bunga Pacar Galuh ikut menurun.
Baca juga: Harga Bunga Gumitir di Gianyar Anjlok Sentuh Rp 6 Ribu Per Kilogram, Begini Sebabnya
Meski intensitas upacara tidak seramai beberapa bulan lalu, permintaan harian masyarakat terhadap bunga tersebut tetap tinggi. Kondisi inilah yang membuat harga terus merangkak naik di pasaran.
Berbeda dengan Pacar Galuh, harga bunga Mitir justru anjlok.
Jika sebelumnya sempat bertahan di angka Rp 22 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 16 ribu per kilogram.
Sementara harga janur masih stabil di kisaran Rp 25 ribu per ikat ukuran sedang dan bunga rampai bertahan di angka Rp 10 ribu per kilogram.
Tak hanya kebutuhan upacara, harga sejumlah komoditas dapur di Gianyar juga terpantau relatif stabil.
Cabai rawit merah masih berada di harga Rp 60 ribu per kilogram, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram, bawang putih Rp 28 ribu per kilogram, dan sawi hijau Rp 7 ribu per kilogram.
Satu-satunya komoditas yang mengalami penurunan cukup terasa adalah tomat. Harga tomat kini turun menjadi Rp 10 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram.
Staf Pemantau Harga Komoditi Disperindag Gianyar, Ketut Sastrawati mengatakan, secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di pasar masih terkendali.
“Harga kebutuhan pokok secara umum stabil, pasokan antar daerah juga normal, daya beli masyarakat juga memadai,” jelasnya.
Menurutnya, berbeda dengan kebutuhan pokok, harga sarana upacara sangat dipengaruhi oleh pasokan lokal dan intensitas pelaksanaan upacara adat maupun keagamaan.
Sementara itu, harga daging juga masih stabil.
Daging ayam dijual Rp 38 ribu per kilogram, daging babi Rp 85 ribu per kilogram, dan daging sapi berkisar Rp 120 ribu per kilogram.
“Untuk harga daging sapi, babi, dan ayam, kebutuhan antara pemasok dan konsumen menyesuaikan kondisi pasar sehingga harga tetap stabil dan terjangkau,” tegasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bunga-Pacar-Galuh-Mekar-di-Pasar-Harganya-Melonjak-Dua-Kali-Lipat-di-Gianyar-Bali.jpg)