'Hati-Hati Banyak Bapak-Bapak' Warga Jalan Gunung Lebah Denpasar Pasang Plang Unik, Ini Maksudnya
Terdapat dua papan atau plang imbauan bagi pengendara yang dipasang sejak pekan lalu, yang dipasang dari ujung jalan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Geram terhadap pengendara sepeda motor yang suka ngebut (melaju kencang,-red) warga di Jalan Gunung Lebah, Tegal Harum, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, berinisiatif memasang plang atau papan rambu-rambu unik bertuliskan "Hati-Hati Banyak Bapak-Bapak"
Sang inisiator, Gus Fredi (32) menjelaskan pemasangan plang Hati-Hati Banyak Bapak-Bapak itu bertujuan untuk membuat pengguna jalan menjadi sadar agar lebih berhati-hati saat melintasi kawasan itu sebab banyak warga yang beraktivitas.
Terdapat dua papan atau plang imbauan bagi pengendara yang dipasang sejak pekan lalu, yang dipasang dari ujung jalan ke ujung jalan sepanjang sekira 100 meter lebih dengan lebar 4 meter tersebut.
"Yang melatarbelakangi dari warga sendiri, karena plang Hati-Hati Banyak Anak-Anak memang tidak mempan tidak direspons pengendara masih abai, maka kita pasang Hati-Hati Banyak Bapak-Bapak, dan tidak sekedar plang saja memang di sini dari ujung ke ujung akan banyak bapak-bapak yang berjaga-jaga, kalau bapak bapak kan biar lebih takut mereka," kata Gus Fredi saat dijumpai Tribun Bali di lokasi setempat, pada Rabu (19/8/2020).
Gus Fredi menerangkan, seringkali pengendara yang ngebut nyaris membahayakan warga setempat, banyaknya lalu-lalang pengguna sepeda motor karena jalan tersebut menjadi jalan pintas (short cut) dari Jalan Mahendrata menuju Jalan Subur.
"Sering nyaris anak-anak tertabrak, ramainya lalu lalang banyak yang langsung terobos ngebut, karena jalan ini sering dijadikan short cut dari Mahendradata ke Jalan Subur, begitu pula sebaliknya," katanya.
Bahkan, Gus Sonik (27) yang tidak lain adik dari Gus Fredi berkelakar jika plang Hati-Hati Banyak Bapak-Bapak masih banyak yang nekat maka emak-emak akan dikerahkan dengan mengganti plang Hati-Hati Banyak Emak-Emak.
"Kalau masih belum mempan, nanti kita ganti lagi dengan Hati-Hati Banyak Emak-Emak. Kalau banyak yang ngebut kita jadi khawatir, dulu pernah ada yang ngebut kecebur di sungai, nyemplung ada lebih dari 2 kali kejadiannya," bebernya.
Bagi pengendara yang nekat, Gus Sonik menjelaskan, warga bersepakat dengan komitmen bersama serta membuat koordinasi melalui grup WhatsApp, sanksi yang diberikan adalah sanksi sosial.
"Kita tidak mau main hakim sendiri, kalau ada yang nekat ngebut kita tangkap, kita ajak semua warga keluar, kita berikan edukasi, kita tanya di mana tempat tinggal, sampaikan pesan ke orang tuanya untuk berhati-hati di gang orang lain," ujarnya.
Baik Gus Fredi maupun Gus Sonik sama -sama berharap, inisiatifnya menjadi inspirasi warga di kawasan-kawasan atau jalan lainnya untuk menyadarkan pengguna jalan yang sering ngebut.
"Kita juga buat akun sosial media gang kita, memposting kegiatan aktivitas positif, memberikan inspirasi buat warga lain yang mungkin mempunyai persoalan yang sama, dalam bertetangga kompak, di sini kita tunjukkan ke warga lain kita bisa, di tempat lain pasti bisa, seperti pemasangan plang dan lain sebagainya," pungkasnya (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/awas-bapak-bapak.jpg)