Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman Diundur? Begini Penjelasan Gubernur
Mengenai rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Mengenai rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan belum bisa memastikan keputusan apakah jadi atau tidak.
"Tentu kita belum bisa mengatakan kepastiannya saat ini karena masih ada Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.11 tahun 2020 tentang pelarangan sementara orang asing berkunjung ke wilayah Indonesia," kata Gubernur Wayan Koster, Jumat (21/8/2020) usai menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri bidang Perekonomian di kawasan The Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Disinggung mengenai Pemerintah Pusat yang baru akan membuka pintu masuk wisman ke Indonesia di awal bulan Desember mendatang bagaimana tanggapannya?
Ia menyampaikan belum tentu itu menjadi acuan pihak Pemprov Bali.
"Belum tentu. Jadi kita masih melihat dinamika di dalam negeri dan luar negeri. Di dalam negeri di Bali sendiri juga masih belum terlalu kurang disiplin," jawabnya.
• Rohaniawan Gereja GKPB Marga Pakerti Serukan Protokol Kesehatan
• Tumpek Uduh, Mengasihi Tumbuh-tumbuhan, Memuja Sang Hyang Sangkara
• Komisi Etik FIFA Sudah Hentikan Penyelidikan Terhadap Gianni Infantino
Sebelumnya Menkumham Yassona Laoly dan Menlu Retno Marsudi bertemu Gubernur Bali pada tanggal 10 Agustus lalu.
Menurutnya dalam pertemuan tersebut ia menyampaikan rencana pembukaan kembali pariwisata Bali untuk wisman pada 11 September mendatang.
Namun rencana tersebut sepertinya belum dapat dilakukan.
• 3 Begal Kabur Dari Kejaran Polisi Tapi Apes Motornya Tabrak Pohon Rambutan
• Jadwal Final Liga Europa Sevilla vs Inter Milan, Malam ini Live di SCTV
"Tanggal 10 Agustus yang lalu kita sampaikan rencana kami untuk membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara. Tadinya bulan September, tapi Ibu Menlu melakukan kajian-kajian sehingga kemungkinan itu baru bisa bulan Desember. Itu pun masih sangat terbatas dan juga belum pasti karena masih melihat perkembangan dalam negeri dan luar negeri mengenai Covid-19," papar Wayan Koster.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-saat-hadiri-pembukaan-rapat-koordinasi-tingkat-menteri-2020-bidang-perekonomian.jpg)