Breaking News:

Baru 23 Desa di Tabanan Kantongi SK Desa Wisata, Masih Perlu Pembinaan Optimalkan Potensi Pariwisata

Dari 133 desa yang ada di Tabanan, Bali, baru 23 desa yang sudah mengantongi SK Bupati terkait desa wisata

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana di Desa Wisata Pinge, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, sebelum pandemi Covid-19. Pinge sudah menjadi Desa Wisata sejak tahun 2004 silam. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dari 133 desa yang ada di Tabanan, Bali, baru 23 desa yang sudah mengantongi SK Bupati terkait desa wisata.

Padahal, wilayah di Kabupaten Tabanan memiliki potensi pariwisata dan pertanian yang sangat luar biasa.

Terlebih lagi, Tabanan merupakan lumbung berasnya Bali.

Meskipun begitu, saat ini seluruh desa sudah mendapatkan pembinaan untuk memaksimalkan potensinya masing-masing.

"Saat ini yang mengantongi SK Desa Wisata sebanyak 23 desa dari total yang ada di Tabanan sebanyak 133 desa," kata Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Gede Sukanada, Minggu (23/8/2020).

Dia melanjutkan, meskipun baru 23 desa, pihaknya mengaku akan terus membantu melakukan pembinaan terhadap desa agar lebih mengoptimalkan wilayahnya.

Sebab, dengan konsep pengembangan desa wisata, nantinya akan mampu mendongkrak perekenomian disesuaikan dengan potensi yang ada.

Termasuk meningkatkan semangat masyarakat menjaga alam serta menjaga agar tidak terjadi alih fungsi lahan pertanian, mengingat konsepnya sendiri adalah pariwisata yang terintegrasi dengan kearifan lokal dan pertanian.

"Untuk memungkinkan sebuah desa dikembangkan menjadi desa wisata tentunya harus ada sejumlah persiapan, salah satunya pembentukan kelompok sadar wisata. Sehingga ke depannya diharapkan desa yang menjadi desa wisata benar-benar memiliki potensi mendukung sumber daya alam, sumber daya manusia, sistem yang ada dan lembaga yang ada untuk pengembangan pariwisata berbasiskan roh masyarakat Bali, disamping budaya, adat istiadat, dan pertanian," jelasnya.

Saat ini, kata dia, sejumlah desa sudah mulai mengoptimalkan potensi wilayahnya masing-masing.

Seperti salah satunya adalah Desa Cau Belayu, yang sedang persiapan.

Di masa persiapan tersebut, pihaknya tetap melakukan pembinaan, sekaligus monitoring hingga evaluasi terhadap desa wisata tersebut.

"Salah satu desa, yakni Cau Belayu masih persiapan saat ini. Sesuai hasil monev tim, salah satunya potensi yang dikembangkan adalah air terjun, kemudian wisata religi Pura Pucak Geni, dan paket tracking di wilayah tersebut. Intinya masih persiapan. Secara umum, kendala dari desa yang sudah memiliki potensi namun belum terbentuk adalah masih belum adanya lembaga atau badan yang siap mengelola agar tata kelolanya jelas, karena itu merupakan salah satu persyaratan desa wisata. Sehingga hal tersebut lah yang akan dilakukan pembinaan," ujarnya.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved