Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sentilan Pedas Menteri BUMN ke Industri Kesehatan RI, Erick Thohir: Tak Jago Kandang

Di tengah upaya Indonesia melawan pandemi Covid-19, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melontarkan sentilan menohok

Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Menteri BUMN usai menghadiri pembukaan Rapimnas Kadin 2019. 

Erick Thohir melontarkan kritikannya bahwa kondisi saat ini industri kesehatan Indonesia tidak lagi bernyali untuk unjuk gigi di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. 

Hal ini didasari atas kerja sama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini diberbagai sektor, seperti ketahanan pangan, energi, dan termasuk kesehatan.

Begitu pula kerja sama vaksin virus corona (Covid-19) dengan perusahaan farmasi Sinovac asal China.

Analisis Faisal Basri: Kementerian Keuangan Suatu Saat Menyerah Jadi Pemadam Kebakaran

Kebakaran Hebat di Kerobokan Kuta: Api Hanguskan 15 Ekor Babi, Mobil dan Motor Milik Nyoman Widiana

Kerinduan Maria

"Karena itu kalau kita lihat saat ini Indofarma dan Kimia Farma yang sekarang kerja sama, setelah kemarin Bio Farma.

Di sinilah kami pastikan bahwa transformasi industri kesehatan Indonesia tidak jago kandang," katanya dalam konfrensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2020).

"Tapi jadi partner yang baik untuk jaga distribusi baik dalam negeri dan luar negeri," lanjut Erick.

Selain membahas mengenai kesehatan, pemerintah Indonesia juga ingin mendalami di sektor energi dengan UEA.

"Kita tahu impor minyak masih cukup tinggi, tapi untuk cari jalan keluar bagaimana kita dengan partner kita, Negara sahabat UEA supaya kita bisa dapatkan solusi yang baik," katanya.

Update Covid-19: 3.881 Orang Telah Sembuh di Bali, Kemarin Indonesia Tambah 2.090 Kasus Positif

Tragedi Satu Keluarga di Baki Tewas Dibunuh Teman Dekat, Keempatnya Dimakamkan Satu Liang Lahat

Erick Thohir Larang BUMN Ikut Tender Proyek yang Nilainya di Bawah Rp 15 Miliar

Secara lugas Erick mengatakan, dalam kerja sama tersebut, Indonesia tidak mau hanya dijadikan alat pasar perdagangan saja.

"Tapi kami ingin dapat tambahan teknologi dari negara besar seperti UEA, khususnya di bidang energi.

Karena itu kami juga melakukan kerja sama tidak hanya di minyak tapi juga ekspor kerja sama sumber energi terbarukan," katanya.

Penjajakan kerja sama terakhir adalah mengenai ketahanan pangan.

Mantan pemilik klub sepakbola Inter Milan ini melihat ada potensi besar pada sektor tersebut bila dikerjasamakan dengan Uni Emirat Arab.

"Ini yang jadi kekurangan kita dalam produksi hasil pangan. Kita kalah dengan negara tetangga.

Ini yang kami harapkan bagaimana kerja sama ini bisa naikkan kualitas produksi pangan kita, sekalian juga security dari kebutuhan pangan di Indonesia," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir: Industri Kesehatan RI Tak Jago Kandang",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved