Breaking News:

Terdakwa Penipuan Sri Artini Divonis Bebas, JPU Ajukan Kasasi

Jaksa penutut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jembrana memutuskan untuk kasasi atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Negara terkait bebasnya terdakwa Ni Luh

Istimewa
Ilustrasi sidang 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa penutut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jembrana memutuskan untuk kasasi atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Negara terkait bebasnya terdakwa Ni Luh Sri Artini. 

Terdakwa dugaan kasus penipuan tersebut sebelumnya divonis bebas karena tidak terbukti melakukan tindak pidana penipuan.

Keputusan untuk mengajukan kasasi tersebut disampaikan Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, putusan majelis hakim PN Negara yang membebaskan terdakwa dari tuntutan tidak sesuai dengan fakta persidangan, bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

Penjualan & Pendapatan Usaha Anjlok, Pertamina Catat Kerugian US$ 767,91 Juta di Semester I-2020

Pasca Staf Diamankan karena Bawa Sabu, Kantor Otban Wil IV Akan Lakukan Tes Urine Seluruh Pegawai

Polantas Polres Badung bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Atur Arus Lalu Lintas di Mengwi

“Sesuai fakta persidangan, terdakwa sudah terbukti bersalah,” ungkapnya.

Karena itu, terdakwa dituntut jaksa penuntut umum pidana penjara selama 3 tahun. 

JPU menyatakan berdasarkan dari fakta persidangan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sesuai pasal 378 KUHP.

Sementara itu, penasehat hukum korban Yulius Benyamin Seran yakin bahwa Mahkamah Agung (MA) pada tingkat kasasi akan membatalkan putusan bebas yang diputus oleh PN Negara. 

Karena menurutnya, fakta-fakta yang terungkap di persidangan memenuhi unsur pidana penipuan.

Promo Alfamart Senin 24 Agustus 2020, Ada Promo Semangat Belanja Hemat hingga Promo Super Monday

Sering Dijadikan Bumbu Masakan, Ternyata 4 Rempah Ini Bisa Memperpanjang Usia

Sanksi Diberhentikan Sementara hingga Pemecatan Menanti PNS yang Kedapatan Bawa Sabu di Batam

“Putusan bebas tidak lebih adalah soal perbedaan penilaian hakim terhadap fakta yang telah terungkap di persidangan yang bersifat bebas, sehingga hanya kasasi yang bisa membatalkan,” ujar Benyamin Seran.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved