Ciri-Ciri Diabetes Dapat Dilihat dari Luka yang Muncul di Kulit
Dilansir dari Healthline, kondisi gula darah tinggi dapat menyebabkan aliran darah ke kulit jadi tidak lancar. Diabetes juga bisa memicu kerusakan
TRIBUN-BALI.COM - Kulit bermasalah merupakan salah satu ciri diabetes yang harus diwaspadai.
Penyakit gula darah tinggi atau diabetes erat kaitannya dengan kulit bermasalah.
Dilansir dari Healthline, kondisi gula darah tinggi dapat menyebabkan aliran darah ke kulit jadi tidak lancar.
Diabetes juga bisa memicu kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta menurunkan kemampuan sel darah putih dalam melawan infeksi.
Sirkulasi darah yang tidak lancar bisa turut memengaruhi kolagen kulit.
Sehingga, tekstur kulit jadi berubah dan regenerasi kulit untuk sembuh dari luka jadi ikut terhambat.
Kerusakan sel kulit terkadang dapat menghambat kemampuan kulit untuk berkeringat.
Kondisi ini membuat penderita diabetes jadi lebih peka pada suhu udara tertentu.
Sebanyak 51,1 persen sampai 97 persen penderita diabetes akan mengalami masalah kulit.
Antara lain luka atau iritasi di sekitar tempat menyuntikkan insulin, luka susah sembuh, sampai infeksi sekunder karena luka susah sembuh.
Berikut beberapa ciri-ciri diabetes dari luka yang muncul di kulit menurut American Academy of Dermatology Association:
• Ramalan Zodiak Besok Rabu 26 Agustus 2020, Kebaikan Leo Bawa Keberuntungan
• Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka 28 Agustus 2020, Pengunjung Wajib Penuhi Syarat Ini
• Ini Bacaan Niat, Jadwal dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura pada Jumat-Sabtu, 28-29 Agustus 2020
1. Bercak kuning, kemerahan, atau cokelat di kulit
Munculnya bercak kuning, kemerahan, atau cokelat pada kulit bisa jadi ciri-ciri luka diabetes yang tak boleh diabaikan.
Kondisi kulit yang dikenal sebagai necrobiosis lipoidica ini awalnya berupa benjolan kecil mirip jerawat.
Setelah berkembang, benjolan berubah menjadi bercak di kulit yang membengkak dan keras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-diabetes.jpg)