Breaking News:

Corona di Bali

Selama Pandemi Covid-19, Satpol PP Denpasar Tangani 40 ODGJ, 2 Orang Reaktif

Selama masa pandemi Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar Denpasar mengamankan sebanyak 40 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Satpol PP Kota Denpasar
Penanganan ODGJ yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama masa pandemi Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar Denpasar mengamankan sebanyak 40 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

ODGJ ini diamankan dari beberapa wilayah di Kota Denpasar selama bulan Mei 2020 hingga Agustus 2020.

Dikonfirmasi Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Selasa (25/8/2020) mengatakan semua ODGJ yang diamankan tersebut menjalani rapid test.

 

“Dari pelaksanaan rapid test tersebut, dua ODGJ dinyatakan reaktif sehingga kami kirim ke RSUD Wangaya,” kata Sayoga.

Penanganan ODGJ kata Sayoga kebanyakan ditemukan di jalanan, dan ada juga yang diminta oleh pihak keluarga.

Ketua KPK Firli Bahuri Diperiksa Dewas Terkait Helikopter Mewah, Begini Komentarnya

Giring Ganesha Maju Capres 2024: Mengaku Didukung Partai Merah, Kuning, Biru hingga Jokowi

Menkes Terawan Dituding Salahgunakan Wewenang, IDI dan Organisasi Profesi Kedokteran Surati Jokowi

“Yang berasal dari luar Bali kami pulangkan ke daerah asal, yang di Bali kami rujuk ke RSJ Bangli untuk mendapat penanganan,” katanya.

Sayoga mengungkapkan, sebelum dipindah tempatkan, pihaknya wajib melakukan rapid test kepada semua ODGJ.

Pihaknya menambahkan, hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan.

Bahkan menurutnya, pernah dalam sehari menangani dua sampai tiga ODGJ.

Karyawati Ini Dalangi Pembunuhan Sadis di Kelapa Gading, 2 Kali Minta Suami Siri Bunuh Bosnya

Gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker Diterapkan di Berbagai Destinasi Wisata, Termasuk Bali

Jadwal Acara Edukasi Selasa 25 Agustus 2020 di TVRI, Ada Sumber Listrik dan Menjadi Orangtua Bijak

“Entah darimana datangnya. Ini yang terus kami pantau setiap hari,” katanya.

Selain memantau ODGJ, Sayoga mengaku juga harus melakukan pemantauan terkait ketertiban umum.

Walaupun ODGJ bukan tupoksinya, namun karena sudah mengganggu ketertiban umum mau tidak mau pekerjaan tambahan tersebut harus diambilnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved