Berita Denpasar
Dalam Waktu 45 Menit, 26.798 Puntung Rokok Dikumpulkan di Pantai Mertasari Sanur
Dalam Waktu 45 Menit, 26.798 Puntung Rokok Dikumpulkan di Pantai Mertasari Sanur
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Save Our Surroundings menggelar kegiatan Beach Clean Up bertemakan “Sehat Our Semeton”.
Selain memungut sampah secara umum, juga dilakukan pembersihan puntung rokok yang menyasar Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar.
Dengan kolaborasi antara IYCTC, Generasi Anti Rokok, Trash Hero Sanur, dan Kolaborasi bumi, 200 orang relawan turun dalam aksi ini.
Baca juga: SETELAH DIHABISI, 2 Tersangka Panggang Korban di Denpasar, Kini Waktunya Karma Bertindak
Dari kegiatan ini berhasil mengumpulkan 14 karung sampah dan dalam waktu 45 menit, 26.798 puntung rokok yang berserakan di pantai juga dikumpulkan.
Menurut Manik Marganamahendra, Ketua Umum Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), sampah puntung rokok telah lama menjadi sampah terbanyak yang ditemukan di lautan.
Baca juga: MASALAH PRIBADI MEMUNCAK! Seorang Pemuda Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung Badung
"Sebanyak 4.5 triliun sampah puntung rokok berakhir di laut setiap tahunnya. Sampah puntung rokok memiliki ribuan zat kimia yang berbahaya dan dapat meracuni ekosistem laut dan juga membunuh biota laut. Sanur adalah salah satu icon Bali, jika pariwisatanya dipenuhi sampah rokok, maka hal ini tidak hanya merusak secara visual, tetapi juga ekologinya," jelas Manik dalam rilisnya, Kamis, 25 September 2025.
Angka ini mencerminkan betapa seriusnya persoalan sampah rokok yang sering dipandang sepele, padahal menjadi salah satu pencemar terbesar di lautan.
Ia menambahkan, aksi bersih-bersih pantai ini dilaksanakan di Pantai Mertasari, Sanur Kauh, bersama 200 orang relawan pada Sabtu, 20 September 2025.
Pihaknya menilai bahwa kegiatan Beach Clean up ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah selama industri tidak bertanggung jawab.
"Puntung rokok masih dianggap sampah residu, Kementerian Lingkungan Hidup belum memiliki aturan untuk klasifikasikannya sebagai sampah puntung rokok sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Industri sebagai produsen sampahnya pun harus bertanggungjawab, bukan hanya sekedar greenwashing saja," tambah Manik.
Sependapat dengan hal tersebut, I Wayan Maja, Ketua Trash Hero Sanur, menyoroti bahwa sampah puntung rokok mendominasi setiap kegiatan bersih pantai yang mereka lakukan.
"Trash Hero Sanur sudah secara rutin melakukan aksi clean up setiap hari Sabtu sore. Kami menemukan bahwa sampah plastik ini memang sangat banyak, tetapi sampah puntung rokok ini masih menduduki peringkat teratas karena wilayah pantai Mertasari sering dipakai sebagai area camping dan banyak pendatang yang membuang rokok secara sembarangan," tegas Wayan.
Ia menegaskan bahwa aksi kolektif harus dilanjutkan dengan kebijakan yang tegas. “
"Aksi hari ini menunjukkan kekuatan kolaborasi. 200 relawan bisa mengumpulkan hampir 27 ribu puntung hanya dalam 45 menit. Bayangkan berapa banyak yang masih tercecer di pantai-pantai lain. Tanpa pengawasan, tanpa regulasi, dan tanpa penegakan aturan, masalah ini akan berulang. Edukasi masyarakat penting, tetapi harus dibarengi dengan tindakan nyata dari pemerintah," tambahnya.
Sementara itu, Dwi Ardini dari Generasi Anti Rokok menekankan bahwa peran orang muda tidak berhenti di pantai, tetapi juga berlanjut ke ruang digital.
| Vaksinasi Rabies Dimulai Februari, Distan Denpasar Pasang Target Cakupan 92,7 Persen Dari Populasi |
|
|---|
| Pasca Banjir, Kuliner Malam Pasar Badung Denpasar Bali Kembali Menggeliat, Ada 60 Pedagang |
|
|---|
| DANA Rp100 Miliar, Target Rampung Desember 2026, Poliklinik Terpusat RSUD Wangaya Mulai Dibangun! |
|
|---|
| KOTA Denpasar Berikan Dana BKK Rp 20 Juta Per Sekaa Teruna |
|
|---|
| Tempat Pembuangan Sampah Badung dan Denpasar di Bangli Dapat Persetujuan Mentri LH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Beach-Clean-Up-bertemakan-Sehat-Our-Semeton-di-Pantai-Mertasari-Sanur-Denpasar.jpg)