13 Tips Menyimpan ASI Perah yang Aman
Lalu, apa saja sih tips menyimpan ASI perah agar aman? Berikut Tribun Bali bagikan tips menyimpan ASI perah agar aman
Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak hal yang membuat para ibu menyusui (busui) memberika ASI perah kepada bayinya.
Entah karena payudara penuh dan membuat ASI keluar, hingga busui yang harus kembali bekerja.
ASI perah bisa bertahan hingga 6 jam jika disimpan pada suhu ruangan biasa sekitar 25 derajat celcius.
Adapula ASI perah yang disimpah dalam lemari pendingin bisa tahan hingga lima hari lamanya.
Lalu, apa saja sih tips menyimpan ASI perah agar aman?
Berikut Tribun Bali bagikan tips menyimpan ASI perah agar aman dilansir dari website Ikatan Dokter Anak Indonesia.
- Pastikan bunda mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memerah dan menyimpan.
- Wadah penyimpanan harus steril.
- Bisa gunakam botol kaca yang lebih ramah lingkungan.
- Hindari penggunaan kantong plastik biasa atau wadah sekali pakai. Karena mudah terkontaminasi.
- Simpan ASI sesuai kebutuhan bayi.
- Beri tanggal pada wadah ASI.
- Kencangkan tutup botol atau kontainer pada saat ASI telah membeku sepenuhnya.
- Sisakan ruang sekitar 2,5 cm dari tutup botol karema volume ASI akan meningkat pada saat beku.
- Jangan menyimpan ASI di bagian pintu kulkas.
- Jangan mencampur ASI yang sudah beku dengan ASI yang baru diperah.
- Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah diberikan sebelumnya.
- Jangan mengocok ASI karena akan merusak komponen penting yang ada di dalam ASI.
- Putar kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim tercampur merata.
Berita Terkait